Home Headline Rp491 juta untuk Bangun Jembatan Kedung Jati

Rp491 juta untuk Bangun Jembatan Kedung Jati

uang
ilustrasi

Boyolali, 5/2 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyediakan dana Rp491 juta untuk membangun Jembatan Kedung Jati di Dukuh Muncar, Desa Pakel, yang ambrol akibat terbawa banjir beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Boyolali M. Qodri di Boyolali, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan soal jembatan yang ambrol di Desa Pakel Andong itu, dan sudah mengajukan dana pembangunan melalui APBD murni 2015 sebesar Rp491 juta.

“Jembatan penghubung Desa Pakel dengan Mojo itu memang sempat dibuat jembatan darurat oleh warga sekitar. Akan tetapi, kembali hanyut terbawa arus banjir,” katanya.

Rencana pembangunan jembatan tersebut, kata Qodri, hingga kini sudah tahap perencanaan, sedangkan lelang akan dilaksanakan awal Maret mendatang.

Oleh karena itu, pihaknya untuk sementara akan memberikan bantuan untuk pembuatan jembatan darurat oleh warga setempat sambil penunggu pelaksanaan proyek jembatan permanen.

Menurut dia, pelaksanaan jembatan Kedung Jati memang sebaiknya dilakukan saat musim kemarau tiba. Proyek jembatan pada musik hujan mempunyai risiko tinggi karena potensi banjir bisa menjadi kendala pelaksanaan.

“Kami tetap mengajukan anggaran perbaikan guna membantu akses masyarakat meski jembatan itu ada di bawah kewenangannya pemerintah desa,” kata Qodri.

Kendati demikian, pihaknya berharap masyarakat tetap bersabar menunggu pelaksanaan proyek Jembatan Kedung Jati. Dinas Pekerjaan Umum juga kini telah menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk menyempurnaan pembangunan jembatan Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi.

“Dana sebesar itu, rencana digunakan untuk proyek pengaman, seperti talut dan perbaikan akses pintu jembatan serta pengaspalan,” katanya.

Menyinggung soal ambrolnya Jembatan Kali Putih di Dukuh Santen Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali, Sabtu (3/2), Qodri menilai konstruksi bangunan peninggalan zaman Belanda itu relatif baik.

Namun, kata dia, jembatan tersebut runtuh menyebabnya adanya gerusan air di bawah fondasi sehingga menjadi ambles.

Oleh karena itu, pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan pemetaan seluruh jembatan di Boyolali untuk mengetahui atau mengontrol kondisi sekarang ini.(ant/bj02)