Home Lintas Jateng Pembangunan Jalan Paninggaran-Kandangserang Jadi Prioritas

Pembangunan Jalan Paninggaran-Kandangserang Jadi Prioritas

979
Bupati Pekalongan melakukan tinjauan jalan.
*** Bupati Tinjau Lokasi Jalan dan Jembatan
        KAJEN, 18/10 (BeritaJateng.net) – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan peninjauan kondisi infrastruktur di Kecamatan Paninggaran dan Kecamatan Kandangserang yakni peningkatan jalan ruas Werdi-Bubak, karena kondisi akses jalan setempat dikeluhkan masyarakat yang butuh perhatian khusus untuk pembangunan.
        Peninjauan dilakukan Bupati bersama Kepala Bappeda dan Litbang – Ir. Bambang Irianto, M.Si., dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) – Wahyu Kuncoro, ST.,MT beserta jajarannya dan anggota DPRD setempat.
        Kegiatan tersebut sekaligus meninjau kondisi Jembatan Kali Genteng di Desa Kandangserang yang merupakan bangunan Belanda yang dalam kondisi rusak dan belum selesai pembangunannya.
        “Tinjauan yang saya lakukan ini karena Kandangserang menjadi perhatian khusus, dan prioritas untuk pembangunan, sebab memang kondisi jalan kemudian jembatan sudah sangat memperihatinkan, serta harus segera ditangani,” kata bupati.
        Disebutkan, beberapa ruas jalan di Kandangserang sudah mulai dalam pengerjaan pembangunan, kemudian perhatian khusus dilakukan juga untuk Kandangserang bagian Selatan. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
         Tak hanya itu, kegiatan peningkatan infrastruktur salah satu daerah atas Kabupaten Pekalongan itu, sekarang juga masih terkendala oleh jembatan yang rusak. Sehingga langkah pertama dilakukan adalah pembangunan jembatan terlebih dahulu.
         Kondisi jembatan sudah sangat memperihatinkan dan berdasarkan kajian teknis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), karena merupakan jembatan bangunan Belanda dan sudah lama, sehingga harus ada pembatasan tonase. Sehingga nanti akan dilakukan pemasangan portal agar kendaraan berat tidak masuk.
         “Sekarang ini masyarakat harus hati-hati dan sabar, jangan abaikan keselamatan, utamakan keselamatan dan jangan memaksakan diri. Biar dibangun terlebih dahulu, karena tahun 2017 pembangunan terhenti karena pemenang ingkar janji dan sudah di black list,” tandas Asip.
        Disebutkan, bulan Oktober ini akan dilakukan pemasangan lima balok grider jembatan, kemudian di cor, setelah itu tinggal finishing, lantaran konstruksinya cukup ringan. Kendati demikian masyarakat harus hati-hati.
         “Satu lagi jembatan yang perlu mendapat perhatian serius adalah Jembatan Kali Keruh di Desa Luragung yang runtuh, akibat penggalian batu yang tidak memperhatikan lingkungan, nanti akan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk pembatasan, karena jembatan menghubungkan ke Pemalang. Kita juga sedang mengajukan Jembatan Balai ke kodam IV Diponegoro,” ungkap bupati. (ST/EL)