Home Headline Pembangunan Alun-Alun Pasar Johar Baru Sampai Pemasangan Tiang Pancang

Pembangunan Alun-Alun Pasar Johar Baru Sampai Pemasangan Tiang Pancang

284
0
Pembangunan Johar Baru Dimulai, Tahap Pertama Pemerintah Kucurkan Dana Rp. 93 M
      SEMARANG, 5/12 (BeritaJateng.net)  – Pembangunan alun-alun Johar yang merupakan bagian dari Pembangunan Pasar Johar Baru hingga saat ini masih proses pemasangan tiang pancang. Ada 700 tiang pancang yang harus ditanam dalam pembangunan alun-alun seluas 9.184 meter persegi itu.
       Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah menuturkan, pembangunan alun-alun yang dimulai pada pertengahan Agustus lalu saat ini masih proses pemasangan tiang pancang. Selanjutnya, akan dilakukan pembuatan fondasi alun-alun.
       “Ini masih menyelesaikan pemancangan 700 tiang pancang. Baru membuat fondasinya. Ditargetkan pembuatan fondasi selesai pada akhir Desember ini,” kata Irwansyah.
       Ia memaparkan, pembangunan alun-alun itu, memakan biaya sebesar Rp 100 miliar. Pembangunan dikerjakan dalam dua tahap. Untuk pembangunan tahap pertama, dananya sebesar Rp 50 miliar. Dana itu digunakan untuk pemasangan tiang pancang dan pondasi basement yang rencananya akan digunakan sebagai lahan parkir untuk pedagang Pasar Johar Baru.
       “Tahap kedua akan dilanjutkan 2019 mendatang. Diharapkan proyek Alun-alun ini selesai pada akhir 2019 mendatang dan awal 2020 sudah dapat beroperasi,” tuturnya.
        Ia menambahkan, pada bagian atasnya adalah alun-alun seluas satu hektare yang dipergunakan sebagai fasilitas publik. Sementara di sisi selatan terdapat koridor penghubung Pasar Johar menuju Masjid Kauman.
       “Dalam koridor ini nanti ada tenda-tenda untuk pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan perlengkapan shalat. PKL yang semula berjualan di depan Masjid Kauman akan dipindah ke koridor ini,” jelasnya.
       Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, optimistis pembangunan Pasar Johar Baru akan selesai akhir 2019 mendatang. Sehingga seluruh pedagang yang saat ini menempati Pasar Relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) bisa kembali berjualan di Pasar Johar pada awal 2020.
       Dalam pembangunan Pasar Johar Baru, kata Fajar, meliputi beberapa lokasi Pasar. Selain alun-alun, juga dibangun Pasar untuk pedagang Yaik baru dan Yaik lama. Kemudian pedagang Johar lama dan Kanjengan.
        “Ini kan dalam proses percepatan pembangunan. Dimulai dari alun-alun kemudian juga bangunan Cagar budaya. Sementara untuk Kanjengan sudah kami mintakan bantuan ke Kementerian Perdagangan,” katanya.
        Ditambahkannya, pembangunan Pasar Kanjengan pada tahap I sudah dilakukan pada 2017 lalu. Pada tahap II nantinya melanjutkan pembangunan di lantai 3 dan 4. Begitu pembangunan selesai, para pedagang akan langsung dipindahkan ke pasar tersebut.
         “Pemindahannya nanti bertahap. Mana yang sudah selesai dan siap ditempati, itu yang duluan masuk. Yang jelas semua pedagang yang nantinya masuk Pasar Johar Baru itu adalah pedagang lama,” tegasnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here