Home Headline Pemanfaatan Aset Satker Itik Banyubiru Tidak Maksimal

Pemanfaatan Aset Satker Itik Banyubiru Tidak Maksimal

2027
0

SEMARANG, 6/4 (Beritajateng.net) – Pemanfaatan aset Satker Itik Banyubiru Kabupaten Semarang saat ini dinilai tidak maksimal. Satker ini memiliki tanah seluas 3 hektar lebih yang dikelola oleh masyarakat dan disinyalir tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap PAD.

Kondisi tersebut terungkap dalam kunjungan Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah di Satker Itik Banyubiru Kabupaten Semarang, Kamis (5/4).

“Kami memiliki aset seluas 3 hektar lebih yang belum dikembangkan di Lopait Tuntang,” ungkap Heru supriyanto, Kasie Ternak dan Unggas Satker Itik Banyubiru.

Aset tersebut, jelas Heru, belum bisa dimaksimalkan pemanfaatannya karena terkendala tidak memiliki akses jalan menuju jalan raya Tuntang.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C yang dipimpin oleh Ronny Renaldy minta agar dilakukan perencanaan yang matang agar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan Satker yang mengelola peternakan dan pembenihan itik ini.

“Rencanakan dengan baik agar bisa dioptimalkan untuk mendukung peningkatan PAD,” ungkap Ronny.

Terkait dengan akses jalan, Ronny minta agar dilakukan komunikasi dengan warga untuk mendapatkan akses jalan agar aset tersebut bisa dimanfaatkan.

“Kalau memang harus membebaskan tanah warga untuk jalan ya harus ditempuh,” katanya.

Senada dengan Ronny, Anggota Komisi C Mohammad Rodhi mengharapkan agar pihak Satker melakukan perencanaan dan pengkajian sejauh mana efektifitas aset tersebut bila dikelola sendiri dibanding dikelola pihak ketiga.

“Alangkah baiknya Satker segera buat analisia dan perencananaan serta dihitung efektifitasnya. Apakah lebih menguntungkan dikelola sendiri atau disewakan,” bebernya.

Satker Itik Banyubiru saat ini menempati lahan seluas 6.000 meter persegi dengan produk utama Bibit Itik (meri) dan Telur Itik. Jenis Itik yang saat ini dikembangkan di Satker adalah Itik Tegal, Itik Magelang dan Itik Pengging.

Kontribusi Satker dalam PAD pemprov Jateng pada 3 tahun terakhir adalah tahun 2015 sebanyak Rp. 412,6 juta, tahun 2016 Rp. 412,7 juta dan tahun 2017 Rp. 442,4 juta. Sementara itu sampai dengan Bulan April tahun 2018 sudah diperoleh setoran sebanyak Rp. 101 juta dari target sebanyak Rp. 495 juta

(NK)