Home Ekbis Pemahaman Keuangan Kalangan Petani di Jateng-DIY Meningkat

Pemahaman Keuangan Kalangan Petani di Jateng-DIY Meningkat

image

Semarang, 24/3 (Beritajateng.net) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IV Jateng-DIY memastikan tingkat literasi atau pemahaman keuangan kalangan petani meningkat sehingga tidak mudah terjerumus pada investasi bermasalah.

“Untuk tahun ini memang objek sosialisasi kami fokus ke kalangan petani, beberapa waktu lalu kami sudah melakukan sosialisasi di daerah Dieng,” kata Deputi Direktur Perizinan Informasi dan Dokumentasi OJK Kantor Regional (Kanreg) IV, Dian Danarsito di Semarang, Selasa (24/3).

Menurut dia, dari sosialisasi tersebut diketahui beberapa petani sudah menjadi korban dari investasi bermasalah, bahkan ada yang merugi hingga Rp750 juta.

Ia mengakui kalangan petani merupakan objek ideal bagi sektor keuangan mengingat kebutuhan dana para petani yang cukup besar, mulai dari pengadaan bibit, pupuk, hingga obat untuk tanaman.

“Apalagi negara kita ini kan negara agraris, jumlah petani sangat besar. Jadi kebutuhan dana khusus untuk petani juga besar,” katanya.

Sementara itu, untuk memastikan petani memperoleh penyaluran kredit dari jasa keuangan yang benar dan resmi, saat ini OJK Kanreg IV juga mengimbau kepada pihak perbankan untuk lebih optimal lagi menyaluran kredit kepada kalangan petani.

Berdasarkan data OJK, dari total penerima kredit, kontribusi nasabah dari kalangan petani tidak lebih dari 10 persen. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan nasabah dari kalangan pedagang yang kontribusinya terhadap kredit mencapai 90 persen.

“Padahal pertanian merupakan sektor produktif yang juga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah,” katanya.

Di sisi lain, tujuan OJK terus menggalakkan penyaluran kredit bagi petani adalah untuk memastikan kekuatan ekonomi Jateng dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendatang.

“Jadi tidak hanya sektor besar yang dibiayai tetapi juga semua sektor, dengan demikian pada MEA mendatang kita tidak hanya menjadi pasar tetapi juga menjadi pedagang,” katanya.(ant/BJ)