Home Headline Pelecehan Seksual Jadi Ancaman Menakutkan

Pelecehan Seksual Jadi Ancaman Menakutkan

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Sampit, Kalteng, 16/1 (BeritaJateng.net) – Pelecehan seksual menjadi ancaman serius di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, karena cenderung meningkat sehingga harus diwaspadai.

“Masalah ini harus menjadi perhatian kita bersama, khususnya para orangtua untuk benar-benar menjaga anaknya. Ironisnya, sebagian pelakunya adalah orang yang sudah dikenal, bahkan cukup dekat dengan korban,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Lentera Kartini, Hj Forisni Aprilista di Sampit, Jumat.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kotim cukup tinggi dan dikhawatirkan terus meningkat. Ibarat fenomena gunung es, kasus-kasus yang terungkap saat ini hanya sebagian kecil karena umumnya korban enggan melapor karena takut jiwanya terancam atau malu.

Sejak April 2014 hingga Januari 2015 ini, LSM Lentera Kartini setidaknya menangani 44 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang didominasi kasus pelecehan seksual. LSM yang memang konsen terhadap perlindungan perempuan dan anak ini berusaha mengawal penanganan kasusnya oleh penegak hukum serta melakukan pendampingan agar korban merasa aman.

Data di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kotim, ada 20 kasus selama 2014. Yakni, pelecehan seksual sebanyak sepuluh kasus, kekerasan dalam rumah tangga ada lima kasus, dugaan perkosaan sebanyak dua kasus, kekerasan fisik dan psikis sebanyak dua kasus, serta masalah hak asuh anak sebanyak satu kasus.

Forisni yang juga Wakil Ketua P2TP2A Kotim ini meminta pemerintah daerah dan penegak hukum lebih serius melakukan upaya pencegahan dan menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Masalah ini menyangkut masa depan anak-anak dan keluarganya.

“Pemerintah daerah harus menempatkan pejabat yang benar-benar mempunyai komitmen terhadap penanganan dan pemberdayaan perempuan dan anak. Bukan yang hanya mengaku mendukung, tapi tidak ada tindakan nyata di lapangan,” kritik Forisni.

Untuk memaksimalkan upaya di lapangan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Polres Kotim, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan, RSUD dr Murjani Sampit dan instansi lainnya. (ant/BJ)