Home News Update Pelatih Persis Sesalkan Kepemimpinan Wasit Maulana

Pelatih Persis Sesalkan Kepemimpinan Wasit Maulana

1438579750805

Semarang, 3/8 (BeritaJateng.net) – Pelatih Persis Solo Aris Budi punya penilaian sendiri dibalik kekalahan timnya atas PSIS Semarang, dalam pertandingan final Piala Polda Jateng 2015 yang dimainkan di stadion Jatidiri Semarang, kemarin (2/8).

Hal itu disampaikannya saat diwawancarai sejumlah wartawan usai pertandingan. Menurutnya, ia menyesalkan kepemimpinan wasit Maulana dalam pertandingan tersebut.

“Pertandingan ini saya kira yang menang adalah pengadil, permainan yang bagus mulai dari awal dirusak karena kepemimpinan wasit. Lebih bagus saya dipimpin wasit Tarkam (Turnamen Antar Kampung) dari pada dipimpin wasit dari ISL (Indonesia Super League) tetapi hasilnya mengecewakan,” ujar Aris dengan rasa kecewa.

Lebih lanjut Aris mempertanyakan keputusan pengadil lapangan yang memberikan hadiah penalti di menit-menit akhir pertandingan.

“Kacamata saya penalti itu tidak perlu terjadi. Saya tidak masalah dikasih penalti tapi, tidak hanya dalam waktu 1 menit. Kasih aja penalti di 10 menit terakhir. Jadi saya masih bisa berjuang di sisa 10 menit itu,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai tambahan waktu 4 menit yang diberikan wasit, kata Aris tidak mempermasalahkannya, karena tambahan waktu dalam pertandingan sepak bola merupakan wewenangnya wasit.

“Itu kewenangannya wasit, saya tidak akan melobi untuk itu. Kalau wasit mau menambah sampai 10 menit itu kewenanganya dia,” imbuhnya.

Meski begitu, Aris mengakui secara permainan, PSIS Semarang memang memiliki banyak peluang, khususnya di sepanjang babak kedua.

“Kalau secara perminan babak pertama kita menguasai. Sedangkan babak kedua memang PSIS Semarang banyak peluang,” tambahnya.

Seperti diketahui, Persis Solo harus mengubur impiannya untuk menjuarai Piala Polda Jateng 2015, setelah Fauzan Fajri sang kapten kesebelasan PSIS mencetak gol lewat titik 12 pas di akhir pertandingan. Gol tersebut membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan PSIS dan memaksa Persis harus puas sebagai runner up dalam Turnamen ini. (Mg-2)