Home Hukum dan Kriminal Pelanggar Lalu Lintas Didominasi PNS

Pelanggar Lalu Lintas Didominasi PNS

Ilustrasi

Ilustrasi

Kuala Pembuang, Kalteng 3/2 (BeritaJateng.net) Pelanggar lalu lintas di Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah didominasi oleh pegawai negeri sipil di lingkup pemerintah setempat.

Selain tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), pegawai negeri sipil (PNS) tersebut juga sering tidak memakai alat keselamatan berkendara, bahkan mereka juga kerap berkendara dengan melawan arus, kata Kasat Lantas Polres Seruyan AKP Dani Permana Putra di Kuala Pembuang, Selasa.

“Memang selama ini yang banyak melanggar lalu lintas adalah PNS,” katanya.

Ia menjelaskan, pelanggaran lalu lintas yang dilakukan PNS sering terjadi pada saat pagi hari atau waktu berangkat kerja, lalu kemudian pada sore hari saat pulang kerja.

“Waktu-waktu terjadi pelanggaran itu sudah sering kami amati, bahkan selama ini tidak jarang PNS yang kami kenakan sanksi tilang,” katanya.

Menindaklanjuti hasil pengamatan di lapangan tersebut, Satlantas Polres Seruyan kemudian mengubah pola sosialisasi, kalau sebelumnya mereka sering turun ke masyarakat langsung, maka ke depan sosialisasi akan lebih diintensifkan ke instansi-instansi di lingkup Pemkab Seruyan.

“Pola ini pertama kali kita lakukan, menurut kita sosialiasi lebih baik langsung ke instansi-instansi di pemerintahan, karena di Seruyan pelanggar ini rata-rata PNS,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kesadaran tertib berlalu lintas ini penting untuk dilakukan, tujuannya tidak lain adalah untuk menekan tingkat kecelakaan di jalan, karena selain faktor human error dan jalan, kecelakaan juga terjadi karena faktor manusia yang lalai dan tidak taat pada aturan.

“Selama ini kecelakaan lalu lintas banyak dikarenakan faktor kelalaian manusia, dan kecelakaan itu biasanya diawali dari pelanggaran,” katanya.

Ia menambahkan, dalam kurun satu tahun terakhir, jumlah pelanggar lalu lintas di Seruyan tercatat sebanyak 999 kasus, 638 di antaranya mendapat tindakan langsung atau tilang sementara 361 lagi hanya mendapat teguran.

“Sebanyak sembilan orang warga tewas, tujuh luka berat dan 24 lainnya luka ringan akibat mengalami peristiwa kecelakaan sepanjang tahun 2014,” katanya. (ant/BJ)