Home Ekbis Pelaku UMKM Harus Sinergi untuk Saling Menguatkan

Pelaku UMKM Harus Sinergi untuk Saling Menguatkan

Pelaku UMKM Harus Sinergi untuk Saling Menguatkan

Semarang, 26/9 (BeritaJateng.Net) – Sebanyak dua puluh enam stand UKM Jawa Tengah memamerkan produknya dalam kegiatan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) II di Gedung Angkasa Pura, Senin (26/9/2022).

Food and beverages, batik, tenun, dan pernak-pernik handicraft bisa dijumpai dalam pameran yang dihadiri para ketua HIPMI se-Indonesia itu. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin pun seperti melihat peluang untuk melakukan promosi.

“Saya berharap kehadiran para pelaku UKM, 26 ini bukan hanya hadir untuk memeriahkan acara saja, akan tetapi akan memantik dari beberapa daerah, khususnya kawan-kawan ketum DPD HIPMI (se)nusantara. Bisa membawa oleh-oleh dan bercerita tentang apa yang ada di Jawa Tengah,” kata Wagub.

Dia pun kemudian meyakinkan, para anggota HIPMI Jawa Tengah juga akan melakukan hal yang sama, apabila mereka diundang di daerah lain. Menurutnya, ini adalah bentuk kebersamaan agar bisa saling menguatkan tumbuhnya UKM.

“Supaya kita saling menguatkan. Yang perlu diketahui lagi bahwa kebersamaan itu penting,” tandasnya.

Produk yang sama, tidak menghalangi untuk saling mempromosikan. Sebab, menurut Taj Yasin, setiap produk pasti punya keunggulan masing-masing. Dia memberikan contoh dengan produk kopi. Kopi di setiap daerah, biasanya punya kekhasan rasa masing-masing. Varian rasa itu menjadi pembeda dan konsumen bisa memilih sesuai seleranya. Bisa jadi konsumen ingin mengkonsumsi kopi dengan rasa yang berbeda setiap harinya.

“Dan biasanya ini dulu, biasanya kalau dulu itu, sama-sama pengusaha kopi, saling menjatuhkan. Seharusnya tidak seperti itu. Seharusnya harus saling menceritakan tentang rasa, khasiat atau yang diunggulkan dari racikan kopi yang kita tawarkan. Sehingga para pengunjung, para pembeli akan menjadi daya tarik sendiri,” jelasnya.

Dengan saling mempromosikan produk, Wagub berpandangan, akan membantu UKM untuk berkembang bersama-sama. Sinergi menunjukkan bahwa UKM dalam negeri bisa punya daya saing jika disandingkan dengan produk luar negeri. (Ak/El)