Home Headline Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

Ilustrasi

tembak

Banjarmasin, 13/2 (BeritaJateng.net) – Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin tembak seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sering melakukan aksi di wilayah kota tersebut.

“Kami tembak dia karena saat mau ditangkap melakukan perlawanan dan ingin melarikan diri,” ucap Wakasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Sony L Gaol di Banjarmasin, Jumat.

Ia mengatakan pelaku curanmor yang ditembak di bagian kaki sebelah kiri itu diketahui bernam MF (24) Warga Kelayan Gang Akur Banjarmasin Selatan.

Bukan itu saja, pelaku ditangkap pada Selasa (10/2) malam sekitar pukul 23.30 Wita saat di depan gang di kawasan Kelayan di mana saat itu pelaku ingin membeli rokok.

Dikatakannya, saat pelaku MF ditangkap. Polisi langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap penadah sepeda motor hasil curian yang diketahui berinisial IH (24) Warga Tunjung Maya Banjarmasin Timur.

Saat IH ditangkap, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatan mereka berupa dua unit sepeda motor jenis Yamaha Zupiter yang menggunakan nomor polisi (nopol) palsu.

“Kedua pelaku dan barang bukti langsung kami bawa ke kantor untuk proses hukum lebih lanjut atas perbuatan pidana yang mereka lakukan,” tutur pria yang baru saja menjabat sebagai Wakasat Reskrim itu.

Sony terus mengatakan kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat dengan pasal yang berbeda untuk MH dijerat pasal 363 KUHP diancam hukuman di atas tujuh tahun.

Sedangkan untuk IH dijerat dengan pasal 480 KUHP Tentang penadahan barang hasil kejahatan dan diancam dengan hukuman penjara di atas lima tahun.

“Kasus ini akan terus kami kembangkan siapa tahu masih ada jaringan mereka di belakangnya dan masyarakat kami imbau untuk bekerjasama dalam memberikan informasi,” ujarnya usai menggelar kasus tersebut.

Sementara itu tersangka MF mengatakan ia melakukan pebuatan itu karena tidak memiliki pekerjaan dan sepeda motor yang dicuri dijual sesuai dengan permintaan konsumen.

“Sepeda motor biasanya saya jual dengan harga Rp1 juta hingga Rp2 juta dan hasilnya saya gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarga,” tuturnya sambil menahan rasa sakit karena kakinya tertembus peluru polisi. (ant/BJ)