Home Ekbis Pelaku Bisnis Properti Optimis Meski Rupiah Melemah

Pelaku Bisnis Properti Optimis Meski Rupiah Melemah

1208
0
Proses pembangunan apartemen cordova di Cordova Edupartment di Jalan Ngesrep Timur V Dalam, Sumurboto, Banyumanik, Semarang.
       SEMARANG, 19/10 (BeritaJateng.net) – Melemahnya nilai tukar rupiah tidak menyurutkan pelaku bisnis properti untuk tetap melakukan ekspansi di Kota Semarang. Sebab, selain kondisi ini perekonomian akan membaik, daya beli masyarakat terhadap produk properti khususnya apartemen di ibu kota Jateng ini dinilai tinggi.
        ”Kami tetap optimistis banyak potensi konsumen di Kota Semarang maupun di Jateng ini. Kuncinya adalah mampu memberikan produk yang menarik dan berbeda dengan pemain lain,” ungkap Dian Takdir, Project Director dari PT Cipta Pilar Persada (Pilar Properti) pengembang Cordova Edupartment di Jalan Ngesrep Timur V Dalam, Sumurboto, Banyumanik, Semarang dalam temu media, kemarin.
        Menurutnya dampak dari melemahnya rupiah adalah naiknya harga-harga bahan baku impor seperti besi. Namun sampai saat ini kenaikan dinilai dalam batas wajar. ”Kalaupun ada kenaikan harga lebih dikarenakan memang nilai tanah di apartemen di sini yang sudah naik mengikuti pergerakan harga umumnya,” jelasnya.
        Ia berpandangan nilai tukar rupiah yang rata-rata Rp 15 ribu per dolar AS adalah angka yang wajar. Terlebih depresiasi mata uang ini juga terjadi di negara-negara lain.
        ”Dampak terhadap sektor pembangunan konstruksi tentunya akan ada adjustment, tetapi dikarenakan sektor konstruksi saat ini juga pergerakannya tidak progressive, maka kenaikan harga-harga barang belum dilakukan oleh para supplier. Sebab yang dikhawatirkan malah makin tidak terserap,” jelasnya.
         Fundamental ekonomi kita saat ini, menurut dia, saat ini cukup baik dan tidak bisa disamakan dengan krisis ekonomi di tahun 1998. Kesimpulannya, merosotnya nilai tukar rupiah belum berdampak terhadap sektor konstruksi, terutama pada pekerjaan-pekerjaan dengan material lokal.
        ”Kemungkinan di tahun 2019 baru akan ada adjustment terhadap harga-harga satuan pekerjaan,” ujarnya.
        Mengenai Cordova Edupartment, ia menjelaskan merupakan hunian yang menyasar kaum milenial di Kota Semarang yang nyaman dan eksklusif. Terlebih lokasinya tak jauh dari kampus Undip, apartemen ini dibangun dengan konsep edukatif dan bangunan tidak dijadikan 1 dengan mall. Proyek apartment ini akan dibangun di lahan seluas 4.696 meter persegi ini merupakan kali pertama di Indonesia yang mengusung konsep edukasi.
         Ia menambahkan Cordova Edupartment tidak hanya menciptakan lingkungan yang nyaman dan eksklusif tetapi juga menghadirkan hunian lengkap dengan beragam fasilitas seperti amphitheater yang pertama dan satu satunya di Semarang, wall climbing, skate park, perpustakaan digital, taman baca, swimming pool, gym, minimarket, restoran, cafe, laundry, startup office space, ATM centre, jaringan internet, dan keamanan dengan sistem access card.
         Apartment yang dibangun dalam satu tower dan 19 lantai ini jumlah hunian yang dibangun ada 655 unit. “Masing masing terdiri dari empat tipe. Tipe studio yang luasnya 25,05 meter per segi, tipe 2 BR-C luasnya 38,77 meter per segi, tipe 2/3 BR luasnya 50,10 meter per segi dan tipe 3 BR seluas 77,72 meter per segi,” imbuh Bayu Wijaya, marcomm cordova. (El)