Home Lintas Jateng Pelajar Magelang Deklarasikan Anti Kekerasan

Pelajar Magelang Deklarasikan Anti Kekerasan

deklarasi anti kekerasan
(dok.)

Magelang, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Ribuan pelajar SMA/SMK/MA di Kota Magelang, Jawa Tengah, mendeklarasikan antikekerasan di Gedung olahraga (GOR) Samapta Kota Magelang, Rabu (26/11).

Aksi damai tersebut ditandai dengan penandatanganan deklarasi damai oleh perwakilan tiga sekolah, SMK Yudya Karya, SMK Adipura dan SMK 45 Magelang yang sebelumnya terlibat tawuran.

Hadir pada deklarasi, antara lain Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho, Dandim 0705/Magelang Letkol Arm I Made Gede Antara, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Djarwadi.

Kapolres Kota Magelang Zain Dwi Nugroho menyambut baik adanya deklarasi tersebut. Hal ini sebagai upaya positif dari aparat keamanan dalam menghapus tradisi tawuran.

Ia mengatakan dampak tawuran tentu merugikan baik siswa, orang tua, guru, sekolah, maupun masyarakat.

“Tawuran juga mengakibatkan aktivitas warga bisa terhenti dan tentu kita semua tidak tenang kalau terjadi tawuran. Langkah selanjutnya adalah komitmen bersama untuk mencegah kembalinya tawuran,” katanya.

Ia menyebutkan tawuran antarpelajar di Kota Magelang menunjukan peningkat sejak 2012 dengan satu kasus, kemudian meningkat delapan kasus pada 2013, dan pada 2014 menjadi 10 kasus.

Ia berharap melalui deklarasi ini tawuran dapat dihilangkan, karena tawuran merupakan tradisi yang buruk dan dapat mencoreng citra pendidikan.

“Langkah kami akan rutin razia pelajar, termasuk mengecek seluruh bawaan siswa, apakah terdapat senjata tajam,” katanya.

Siswa kelas X SMK Yudya Karya, Farid Adriyansah menyambut baik adanya deklarasi damai ini. Dia mengaku senang dengan kegiatan yang berguna untuk mencegah aksi tawuran tersebut.

Selama ini, katanya tawuran lebih banyak dipicu oleh saling mengejek dan perkataan yang menyulut emosi.

“Semoga semua tetap damai dan kami bisa belajar dengan nyaman,” katanya. (ant/pri)

Advertisements