Home Ekbis Pelabuhan Kendal Mulai Beroperasi Tahun Depan

Pelabuhan Kendal Mulai Beroperasi Tahun Depan

Pelabuhan Kendal
Pelabuhan Kendal
Pelabuhan Kendal
Pelabuhan Kendal

Semarang, 26/11 (Beritajateng.net) – Pelabuhan Kendal, Jawa Tengah, mulai beroperasi tahun depan, khusus untuk dermaga penumpang, sedangkan dermaga kargo mulai beroperasi pada akhir 2016, kata Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang Carolus Sangaji.

“Saat ini kami masih fokus untuk menyelesaikan dermaga penumpang, sehingga harapan kami pada tahun depan sudah bisa beroperasi,” katanya di Semarang, Rabu seperti dikutip Antara.

Sesuai rencana, Pelabuhan Kendal menjadi satu kesatuan dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sehingga bagi masyarakat Kendal dan sekitarnya yang ingin melakukan perjalanan menggunakan kapal lebih baik berangkat dari Kendal sehingga bisa hemat waktu.

“Saat ini yang sedang dikembangkan yaitu dermaga kapal feri untuk jurusan Kendal-Kalimantan, untuk rute lain kemungkinan akan menyusul,” katanya.

Ia menjelaskan untuk dermaga kargo, jika sudah selesai proses pembangunan maka pengiriman barang yang selama ini dilewatkan jalur darat, bisa berpindah menggunakan jalur laut sehingga bisa mengurangi kepadatan jalan raya terutama kawasan pantura.

Mengenai total investasi, untuk pembangunan dua dermaga tersebut, katanya, sejauh ini sudah menghabiskan dana Rp300 miliar. Dana tersebut, berasal dari APBN, APBD Provinsi Jateng, dan APBD Kabupaten Kendal.

“Tentu ke depan akan membutuhkan dana yang lebih banyak mengingat saat ini proses pembangunan masih berjalan,” katanya.

Secara keseluruhan, sebagian pelabuhan di Jawa Tengah saat ini sudah dikomersialkan, di antaranya Tanjung Emas Semarang, Cilacap, Tegal, dan dalam waktu dekat ini menyusul Kendal.

Pelabuhan yang berpotensi bisa dikomersialkan, katanya, yaitu Pelabuhan Rembang.

Carolus mengatakan meskipun saat ini belum ada rencana untuk pembangunan Pelabuhan Rembang, pihaknya optimistis jika pembangunan dilakukan maka jalur transportasi akan semakin lancar.

“Kami berharap ada pihak-pihak yang tertarik untuk investasi membangunan sejumlah pelabuhan di Jawa Tengah karena potensinya sangat baik mengingat kuantitas pengiriman barang dari dan ke Jawa Tengah semakin besar,” katanya.

Mengenai tarif, pihaknya mengakui sejauh ini tarif transportasi laut masih sedikit lebih mahal dibandingkan dengan transportasi darat, yaitu ada selisih sekitar Rp1 juta.

Kondisi tersebut, katanya, karena angkutan darat yang masih memperoleh subsidi dari pemerintah.

“Jika subsidi tersebut dicabut maka tarifnya akan menjadi sama, selama ini untuk transportasi laut memang tidak menerima subsidi dari pemerintah,” katanya. (ant/pj)

Advertisements