Home Headline Pegawai Kyukyu Penyuplai Narkoba “Dipecat”

Pegawai Kyukyu Penyuplai Narkoba “Dipecat”

1026
Manajemen Kyukyu menerapkan pengawasan ketat kepada pegawai dan pengunjungnya untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.

Semarang, 8/4 (BeritaJateng.net) – Manajemen Kyukyu KTV mengaku telah memecat dua LC (Lady Escort/Pemandu Karaoke) yang positif memakai narkoba dan satu oknum staf pegawai Kyukyu berinial H yang ternyata merupakan penyuplai benda haram tersebut.

Dua orang perempuan yang dinyatakan positif saat dilakukan tes urine oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah itu berinisial DPS (21) warga Semarang Timur dan FF (22) warga asli Jakarta Pusat. Keduanya ditangkap di sebuah kos-kosan mewah di Jalan Kijang Selatan, Gayamsari, Semarang, Kamis (31/3) lalu.

Dari penelusuran polisi, diamankan pula oknum pegawai Kyukyu berinial H yang disebut sebagai penyuplai sabu kepada dua perempuan tersebut.

“Sehubungan dengan pemberitaan penangkapan dua orang LC Kyukyu KTV serta satu oknum staf berinisial H, manajemen Kyukyu KTV memutuskan kontrak kerja atas tiga orang tersebut,” ujar Manager Outlet Kyukyu Arie Kurniawan.

Arie membantah jika penangkapan oknum pegawai penyuplai narkoba tersebut dilakukan di area Kyukyu KTV.

“Oknum berinisial H ditangkap diluar Kyukyu KTV, hal tersebut jelas bukan tanggung jawab kami sebagai manajemen. Dan sejak tanggal 5 April 2016 oknum tersebut sudah tidak hadir di Kyukyu. Jadi tidak benar jika ada pemberitaan yang memuat penangkapan 3 orang tersebut berada di area Kyukyu KTV, semuanya diamankan ditempat tinggalnya masing-masing,” jelas Arie.

Menurut Arie, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras untuk manajemen Kyukyu KTV, karena selama ini karaoke yang terletak di basement Hotel Grand Candi Semarang cukup ketat terhadap peraturan perusahaan yang melarang keras penyalahgunaan narkoba.

“Dalam tempo 1 bulan ini Kyukyu KTV beberapa kali dikunjungi oleh BNNP maupun Kepolisian, namun manajemen selalu bersikap kooperatif. Pemeriksaan selalu dilaksanakan dengan tertib dan aman, bahkan dari tes tersebut tak ada hasil positif selama pemeriksaan,” katanya.

Arie mengaku selalu tegas menerapkan peraturan ketat sesuai kontrak kerja. Jika pun ada yang sampai ada yang positif narkoba pihak Kyukyu akan menyerahkan prosedur selanjutnya kepada pihak yang berwajib.

“Kalau staff yang positif akan langsung otomatis kami hilangkan haknya sebagai karyawan seperti yang sudah disepakati di awal kontrak kerja, sedangkan jika tamu bisa jadi akan kami black list,” paparnya.

Dari pintu masuk, karaoke ini sudah dilengkapi dengan peringatan larangan menggunakan narkotika obat terlarang, psikotropika maupun membawa senjata api dan senjata tajam. Di dalam room pengunjung maupun staff diingatkan kembali dengan running text yang muncul di layar monitor.

“Bahkan kami juga membagikan korek bertuliskan Say No to Drug kepada tamu yang datang. Sedangkan secara internal, Kyukyu KTV sudah pernah bekerjasama dengan Laboraturium Cito untuk mengadakan tes urin terhadap seruluh karyawan namun hasilnya 100% negatif,” jelas Arie.

Bentuk aktif lain dari pihak Kyukyu untuk mencegah dan memerangi peredaran serta penyebaran narkoba dilingkungannya antara lain dengan melakukan penggeledahan secara berkala di lingkungan Kyukyu maupun mess yang digunakan sebagai fasilitas tempat tinggal para LC.

Pengecekan pun dilakukan kepada para tamu yang akan masuk ke area Kyukyu oleh security yang berjaga dipintu masuk. “Kyukyu KTV selalu berusaha beroperasi pada rule yang benar. Kami menghadirkan hiburan yang menarik bagi masyarakat tanpa mengesampingkan peraturan negara,” terangnya.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Aparat kepolisian dari Ditresnarkoba (Direktorat Reserse Narkoba) Polda Jawa Tengah menangkap dua orang perempuan yang dinyatakan positif saat dilakukan tes urine di sebuah kos-kosan mewah di Jalan Kijang Selatan, Gayamsari, Semarang, Kamis (31/3) lalu.

Diketahui, dua gadis yang tinggal dalam satu kamar tersebut ternyata seorang LC (Lady Escort/Pemandu Karaoke) KyuKyu yang berada di basement Hotel Grand Candi Semarang. Selain dinyatakan positif, saat itu petugas juga menemukan bong atau alat hisab sabu di dalam kamar miliknya.

Setelah didalami, keduanya mendapatkan barang haram tersebut dari seorang laki-laki berinisial H, yang tak bukan sebagai koordinator pemandu karaoke di tempat kedua gadis itu bekerja.

“Dia koordinator pemandu karaoke, inisialnya H. Ketika dites urine, juga positif,” kata Kepala Subdit II Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Carto Nuryanto. (Bj)