Home News Update Pedang Nabi ada di ‘Islamic Fair 2015’

Pedang Nabi ada di ‘Islamic Fair 2015’

Semarang, 4/12 (BeritaJateng.net) – Dalam rangka menyambut akhir tahun 2015, untuk pertama kalinya di Masjid Raya Baiturrahman menggelar acara ‘Islamic Fair’. Acara ini sekaligus menghidupkan event Islami di Semarang.

Konsepnya sendiri tidak hanya pameran akan tetapi ada nilai dakwah yang disampaikan. Dilaksanakan mulai tanggal 4-11 Desember 2015 dari jam 9 pagi hingga 9 malam.

Uniknya, pameran ini juga menampilkan replika Pedang Nabi dan Sahabat. Menurut Semarawhima, Manager Event Syakaa Organizer dalam acara Islamic Fair tersebut, Pedang Nabi beserta Sahabat yang sebenarnya ada di museum Turki.

“Ini dibuat replikanya, total ada 19 pedang hanya saja yang dipamerkan 10 pedang. Dari Nabi Muhammad ada dua pedang, busur panah dan sandal yang sering dikenakan Beliau. Adapula pedang milik Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan lainnya,” jelas Whima saat ditemui di lokasi pameran, Jumat (4/12) sore.

Pameran Pedang Nabi dan Sahabat melibatkan peserta dari seluruh Jawa Tengah. Selain itu, dalam pameran juga menampilkan obat herbal, pakaian dan fashion serta buku dari penerbit muslim di Jawa Tengah. Termasuk Tour and travel, biro Haji dan Umroh wilayah Jateng dan DIY.

Sebagai salah satu pengisi dalam pameran tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia, DPD I Jawa Tengah turut menyemarakkan Islamic Fair dan ide-ide yang dikemasnya berupa buku, tabloid dan video.

Humas Hizbut Tahrir Indonesia, DPD I Jawa Tengah, Brojo P. Laksono, menuturkan jika event Islami di Semarang sangat jarang.

“Kami ingin menyampaikan pada umat, mengenai konsep ‘Bersama Umat Tegakkan Khilafah. Islam memiliki sistem kepemimpinan tersendiri. Salah satunya, yang melalui video dakwah dari Ustadz Felix Siauw. Beliau menjelaskan bagaimana peradaban Islam masa lalu. Hingga bisa menaklukan Negara Adidaya Konstantinopel yang saat ini menjadi Istanbul di Turki,” terang Laksono, Jumat (4/12) sore.

Laksono berharap media berupa tabloid dakwah bisa mencerdaskan umat. Dia menjelaskan untuk hari berikutnya, Hizbut Tahrir juga akan membedah bulletin Al-Islam dalam menyoroti masalah freeport yang kini sedang marak diperbincangkan. Adapula kegiatan bedah buku ‘Cinta Indonesia Rindu Khilafah’. (BJT01)