Home Ekbis Pedagang Siap Swadaya Perbaiki Sendiri Pasar Kobong

Pedagang Siap Swadaya Perbaiki Sendiri Pasar Kobong

121
0
Pedagang Siap Swadaya Perbaiki Sendiri Pasar Kobong

Semarang, 9/1 (BeritaJateng.net) – Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang H Soewanto dengan tegas menyatakan bahwa, pedagang grosir ikan basah Pasar Kobong di Jalan Pengapon siap dengan dana swadaya murni memperbaiki sendiri kondisi pasar induk ikan basah yang sudah menjadi khas di Kota Semarang.

“Pasar Induk Pasar Kobong di Jalan Pengapon yang aktivitasnya hanya pada malam hari, merupakan ikon Kota Semarang dengan omzet miliaran rupiah hanya dalam waktu semalam saja,” tegas H Soewanto saat melihat langsung kondisi pasar  bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto.

Bos Aneka Ilmu ini minta kepada wartawan yang ikut melihat kondisi Pasar Kobong pada malam hari. Di sana H Soewanto minta kepada wartawan untuk melihat tong-tong dan box kotak berisi ikan. Masing-masing tong dan box berisi ikan beratnya rata-rata  mencapai di atas 2 kwintal.

“Barang-barang tersebut dibawa ke dalam pasar menggunakan tenaga manual. Bayangkan, bila kondisinya licin, apakah tidak berbahaya bila lantai pasarnya licin dan mencelakai karena berpotensi terhadap tenaga kasar terpeleset dan tergeletak di atas ubin,” kata H Soewanto dengan nada kesal terhadap pro – kontra Pasar Rejomulyo.

Ia menyatakan keberatan bila para pedagang grosir ikan basah Pasar Kobong diminta segera boyongan pindah ke Pasar Rejmulyo yang berdiri megah dengan jarak kurang dari 500 meter di sebelah timurnya.

Menurut H Soewanto, bila para pedagang grosir ikan basah dipaksakan harus  pindah ke Pasar Rejomulyo maka artinya, akan membunuh para pedagang. Maka, dengan tegas PPJP Kota Semarang memilih agar pedagang ikan basah tetap bertahan berjualan di Pasar Kobong.
H Soewanto juga menyatakan bahwa proyek pembangunan Pasar Rejomulyo, pada saat DED (Details Engeering Desaig), dinilai tidak melibatkan pedagang. “Pasar Rejomulyo itu dibangun memang megah, tetapi tidak sesuai dengan karakter pedagang ikan basah,” katanya.
“Kalau saya disuruh menilai bahwa proyek pembangunan Pasar Rejomulyo itu, memang benar, tetapi tidak pener,” tambahnya.

Menyerap aspirasi

Menanggapi pernyataan Ketua PPJP Kota Semarang H Soewanto, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto yang sebelumnya ingin menyerap aspirasi pedagang grosir ikan basah, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi bersama PPJP, pendampingan grosir ikan basah Zaenal Petir dan para pedagang.

Menurut Fajar Purwoto, pertemuannya dengan para grosir ikan basah Pasar Kobong,  H Soewanto serta Zaenal Petir dan ketua paguyuban pedagang ikan basah dan pindang Mujiburrohman, hanya menginginkan ‘Pie Apik’e Pasar Rejomulyo bisa segera ditempati’.
Sebab pembangunan Pasar Rejomulyo, telah menghabiskan dana miliaran rupiah, sehingga Pasar Rejomulyo jangan sampai mangkrak. “Pemkot Semarang secara bertahap berharap para pedagang tetap harus pindah ke Pasar Rejomulyo,” katanya.

Saat ini, kata Fajar, bahwa yang sudah pindah adalah para pedagang bumbon, sembako, serta pedagang ikan asin. “Kalau para pedagang grosir ikan basah masih menghendaki tidak mau pindah, kami riil saja,” kata Fajar.

Fajar menyatakan bahwa, hasil pertemuannya dengan para pedagang grosir ikan basah, PPJP dan Zaenal Petir sebagai pendamping pedagang grosir ikan basah, akan disampaikan kepada Walikota Semarang. (EL)