Home Ekbis Pedagang Sesalkan Ungkapan Bupati Soal Harga Cabai

Pedagang Sesalkan Ungkapan Bupati Soal Harga Cabai

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti saat mengunjungi Pasar Gladak, Kaliwungu, Kendal (beritajateng.net/DK)
Bupati Kendal Widya Kandi Susanti saat mengunjungi Pasar Gladak, Kaliwungu, Kendal (beritajateng.net/DK)

Kendal, 11/11 (Beritajateng.net) – Harga Cabai di sejumlah pasar di Kabupaten Kendal terus mengalami kenaikan. Hingga Selasa siang, harganya mencapai Rp 60 ribu per kilogram untuk komoditas cabai merah. Sedangkan cabai rawit hijau dan cabai rawit setan berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Ketika melakukan kunjungan kerja ke Pasar Gladak Kecamatan Kaliwungu Kendal, Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti menuturkan bahwa harga tersebut masih dianggap wajar. Jika warga masih membeli cabai dengan harga yang tinggi, kenaikan harga masih dianggap sangat wajar. “Warga kan masih mampu beli, jadi harganya ya masih tidak perlu dikhawatirkan. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan”, ujarnya ditengah kerumunan para pedagang Pasar Gladak.

Widya menambahkan, tindakan akan diambil jika rakyat sudah tidak mampu membeli cabai karena harganya benar-benar tidak terjangkau. Menurutnya sampai saat ini tidak perlu dilakukan operasi pasar, karena belum menjadi suatu kejadian luar biasa.

“Kenaikannya kan hanya Rp 1000 hingga Rp 4000 per kilogram. Jangan dilihat harga global. Kalau dilihat kenaikannya belum perlu adanya operasi pasar untuk mengatasi kenaikan harga cabai,”tuturnya.

Pedagang Pasar Gladak, Musidah (38), menyesalkan ungkapan Bupati Kendal tersebut. Padahal kenaikannya sudah tidak wajar. Meskipun kenaikan sudah terjadi selama satu bulan terakhir, namun harganya terus merangkak naik dan tidak pernah mengalami penurunan. Jika dibandingkan harga sebelum mengalami kenaikan, prosentase kenaikannya mencapai 300 persen lebih. Harga cabai merah sebelum mengalami kenaikan hanya Rp 17 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit merah dan cabai rawit hijau hanya Rp 15 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga cabai sudah terjadi selama satu bulan terakhir, dan terus merangkak naik”, ungkapnya sembari melayani pembeli.

Musidah khawatir, jika harganya terus mengalami kenaikan akan membuat pendapatannya mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan pembeli terus berkurang. Bahkan jika tidak segera laku, cabai yang ia jual banyak yang membusuk.

“Saya rugi kalau harganya terus naik. Pembelinya sepi dan cabainya jadi busuk. Padahal saya perlu modal untuk kembali mengisi persediaan,” tambahnya.

Sementara itu, pedagang Pasar Kendal, Rubiatun (40) mengaku memilih cara lain untuk mengakali penjualan cabai yang harganya terus meroket. Ia menjual cabai dengan harga satuan, sehingga konsumennya tetap dapat membeli dengan nominal kecil.
“Saya bungkusin 5 biji dan saya jual dengan harga Rp 500 setiap satu bungkusnya. Kalau tidak dibuat seperti ini tidak ada yang mau beli cabai,” ungkap Rubiatun. (DK/pj)