Home Ekbis Pedagang Segera Tempati Lapak Pasar Waru Semarang 

Pedagang Segera Tempati Lapak Pasar Waru Semarang 

786
0
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto meninjau pasar-pasar tradisional di Semarang

Semarang, 12/1 (BeritaJateng.net) – Dinas Perdagangan Kota Semarang segera melakukan pembagian lapak pedagang di Pasar Waru Semarang agar segera bisa ditempati pedagang sejak pasar tersebut terbakar.

“Kami jadwalkan pada Jumat ini (12/1) sudah bisa dibagi lapaknya (di Pasar Waru),” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang.

Ia menyebutkan setidaknya ada 520 pedagang yang menempati Pasar Waru Semarang, terdiri atas 70 pedagang di kios, 225 pedagang yang menempati los, dan sisanya pedagang “pancakan” (pasar pagi).

Menurut dia, sebenarnya sudah dilakukan sosialisasi mengenai pembagian lapak, tetapi paguyuban pedagang menghendaki rapat internal untuk penentuan lapak atau kios yang akan ditempati.

“Ya, kami persilakan (rapat internal pedagang). Namun, untuk yang los tetap akan kami undi, sebab ada kaitannya dengan zonasi (jenis barang dagangan),” katanya.

Setelah Pasar Waru Semarang terbakar, para pedagang menempati pasar darurat untuk meneruskan kegiatan perdagangan sementara menunggu pasar tersebut diperbaiki dan dibangun.

Di lapak darurat pedagang Pasar Waru Semarang juga sudah dibagi zonasi-zonasi komoditas perdagangan, seperti buah-buahan, bumbu, daging, gerbaah, hasil bumi, kelontong, hingga konveksi.

Namun, para pedagang sempat mengeluhkan kondisi lapak darurat Pasar Waru yang kurang representatif, seperti ukuran lapak yang terlalu sempit dan kondisi atap bangunan yang terbuka.

Untuk ukuran lapak di Pasar Waru Semarang yang baru selesai dibangun, Fajar menyebutkan ukuran los sebesar 3×1,5 meter yang nantinya akan dibagi dua agar bisa menampung pedagang.

“Para pedagang yang menempati los juga sudah setuju. Di Pasar Waru los ukurannya 3×1,5 meter. Nanti, akan kami bagi dua agar cukup menampung pedagang `pancakan`,” katanya.

Apalagi, kata dia, masih tersedia lahan yang cukup untuk menampung pedagang “pancakan” sehingga mereka tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat di Pasar Waru Semarang.

“Kami ingin mempercepat relokasi pedagang kembali ke Pasar Waru Semarang. Ya, kalau terus menerus di tempat relokasi (lapak darurat) kasihan pedagang,” kata Fajar. (Bj/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here