Home Ekbis Pedagang Pasar Weleri ‘Mbeling’ Tetap Jual Daging Glonggongan

Pedagang Pasar Weleri ‘Mbeling’ Tetap Jual Daging Glonggongan

Petugas Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan  Kabupaten Kendal, temukan daging diduga hasil glonggongan dalam razia yang dilakukan di Pasar Weleri, Selasa (7/7).
Petugas Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan  Kabupaten Kendal, temukan daging diduga hasil glonggongan dalam razia yang dilakukan di Pasar Weleri, Selasa (7/7).
Petugas Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan  Kabupaten Kendal, temukan daging diduga hasil glonggongan dalam razia yang dilakukan di Pasar Weleri, Selasa (7/7).

Kendal, 7/7 (BeritaJateng.net) – Setidaknya ada beberapa kilogram daging yang memiliki kadar air diatas delapan puluh persen, kembali ditemukan oleh petugas Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan  Kabupaten Kendal, dalam razia yang dilakukan di Pasar Weleri, Selasa (7/7).

Dari hasil razia tersebut, petugas menemukan sebanyak tiga (3) kilogram daging yang diduga hasil glonggongan dipasarkan di Pasar Weleri dan memang sengaja ditaruh diatas meja guna mengelabuhi petugas dar dinas terkait.

Ternyata, modus yang dilakukan para sejumlah pedagang dengan tidak menggantungkan daging bersama dengan daging yang lainnya itu. Dengan maksud agar tidak ketahuan jika daging tersebut memang daging glonggongan yang di pasok dari daerah Boyolali.

Seakan tidak pernah jera, para pedagang penjual daging yang kerap diberi peringatan oleh petugas dari Dinas Pertanian, Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kendal itu, justru masih ada saja menjual daging yang tidak diperbolehkan.

Awalnya, petugas merasa curiga terhadap beberapa para pedagang yang menjual daging-daging yang sengaja ditaruh diatas meja. Kemudian petugas melakukan pengecekan kadar air terhadap daging yang dijual pedagang. Namun, kadar air dalam kandungan air masih dalam batas normal.

Masih tidak percaya akan daging yang dijual pedagang, petugas kembali melakukan pengecekan terhadap daging yang dijual dengan posisi tergantung dan terlihat basah. Hasilnya, petugas menemukan kandungan air dalam daging melebihi batas normal. Daging seberat tiga kilogram ini mengandung kadar air lebih dari delapan puluh persen.

Edi Purwanto (42) salah seorang pedagang daging, sempat mengelak bahwa daging yang dijualnya bukan daging glonggongan. Bahkan, dirinya tidak tahu jika kadar air dalam daging tersebut tinggi atau melebihi batas normal.

“Saya gak tahu kalau daging itu kadar airnya lebih dari delapan puluh persen. Saya tahunya ini semua daging bagus dan bukan glonggongan,” katanya.

Selain memeriksa kadar air dalam daging, petugas juga memeriksa surat kelengkapan dari rumah pemotongan hewan. Namun, lagi-lagi pedagang tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan dari pemotongan hewan. “Saya benar-benar tidak tahu daging yang basah darimana, sebab saya ambil tidak cuma dari satu penjual saja. Selain itu saya juga tidak diberi surat-suratnya,” kilah Edi.

Selain di Pasar Weleri, petugas juga melakukan pemeriksaan daging dan ayam di pasar Kendal untuk mengantisipasi beredarnya daging glonggongan menjelang lebaran. Tak hanya memeriksa daging, petugas juga memeriksa kondisi daging ayam. Namun, petugas tidak menemukan ayam tiren yang dijual pedagang.

Menurut Sri Purwanti, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kendal, mengatakan jika razia dilakukan ini sebagai antisipasi pedagang yang nakal dengan menjual daging glonggongan atau ayam tiren. “Dari hasil razia daging,kami temukan daging seberat 3kg dengan kadar air tinggi yang diduga hasil glonggongan,” kata Sri Purwanti.

Tapi sayang, petugas tidak melakukan penyitaan terhadap daging yang diduga hasil glonggongan. Petugas hanya sebatas memberikan surat peringatan berupa teguran terhadap pedagang saja.

“Memang daging tersebut tidak kami sita, kami hanya beri peringatan kepada pedagang agar menjual daging yang baik dan sehat. Pilih dan pilah pemasok daging yang benar-benar bagus,” imbuhnya.

Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam membeli daging sapi atau daging ayam. Ciri yang paling mudah untuk mengetahui daging sapi yang sehat adalah warna daging yang merah dan digantung. Sementara daging yang basah atau glonggongan biasanya tidak digantung dan diletakan di meja,warnanya pun pucat dan jika dipegang banyak mengandung air.(BJ019)