Home Ekbis Pedagang Pasar Kembang Kalisari Semarang ‘Boyongan’

Pedagang Pasar Kembang Kalisari Semarang ‘Boyongan’

801
Pemotongan pita oleh Walikota dan Wakil walikota Semarang sebagai tanda pedagang pasar kembang Kalisari Semarang 'Boyongan' dan resmi menempati lapaknya.

Semarang, 23/12 (BeritaJateng.net) – Ratusan pedagang bunga dan tanaman hias melakukan “boyongan” atau prosesi menempati kembali Pasar Kembang Kalisari Semarang, Jawa Tengah, pascarevitalisasi.

“Boyongan” dilakukan dengan prosesi arak-arakan pedagang, Jumat, dari tempat relokasi di Lapangan Garnisun menuju Pasar Kembang Kalisari Semarang yang kurang lebih berjarak 200 meter.

Dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, para pedagang bersama-sama menuju pasar yang baru selesai dibangun, dilanjutkan dengan sambutan, dan prosesi potong pita.

“Pasar Kembang Kalisari ini merupakan ikon Kota Semarang. Sejak saya kecil sampai diberi amanah jadi wali kota, kalau orang cari kembang, ya, di sini,” kata Hendi, sapaan akrab wali kota.

Sekarang ini, kata dia, Pasar Kembang Kalisari sudah ditata secara bagus dengan bangunan dua lantai sehingga diharapkan bisa segera dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pedagang untuk berjualan.

Namun, ia mengatakan revitalisasi Pasar Kembang Kalisari belum selesai karena baru tahap pertama, dan masih akan dilanjutkan tahap kedua dengan penataan sungai dan jalan di belakang pasar.

“Untuk revitalisasi (Pasar Kembang Kalisari, red.) tahap pertama ini menelan Rp9,7 miliar. Tahun depan, akan dilanjutkan tahap kedua sehingga bisa lebih bagus dan cantik lagi,” katanya.

Hendi meminta pedagang untuk segera menempati lapak-lapak yang sudah disediakan, apalagi secara bersamaan sudah diserahkan surat izin berdagang yang menjadi dokumen sah menempati lapak.

“Pesan saya, surat izin ini jangan diperjual belikan, lapak jangan diperjual belikan. Lapak harus dirawat secara baik. Kalau bosan, dikembalikan ke Pemerintah Kota Semarang. Jangan dijual,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kembang Kalisari Semarang Susmianto menyambut baik karena pedagang sudah diberikan tempat yang bagus dan izin berjualan di tempat itu secara gratis.

“Mulai sekarang ini, pedagang akan mulai menata untuk bisa berjualan di sini. Ya, sementara memang belum ada listriknya dan kami berharap secepatnya dipasang karena akan ditempati,” katanya.

Ia menyebutkan jumlah pedagang Pasar Kembang Kalisari Semarang sebanyak 111 pedagang, terdiri atas 41 pedagang tanaman pot, 63 “florist” (karangan bunga, red.), dan sisanya pedagang pot.

“Total anggota paguyuban kami ada sebanyak 111 pedagang. Tidak pernah kami akan menambahkan pedagang baru. Yang masuk di sini (Pasar Kembang Kalisari, red.) semuanya pedagang lama,” katanya. (El)