Home Ekbis Pedagang Johar Protes, Ukuran Lapak Pasar Sementara Hanya 1×2 Meter

Pedagang Johar Protes, Ukuran Lapak Pasar Sementara Hanya 1×2 Meter

Semarang, 6/1 (BeritaJateng.net) – Beberapa pedagang pasar Johar protes usai melihat kondisi dan ukuran lapak sementara pasar Johar di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang.

Seperti yang dilakukan, Yuli Eko (50) pedagang konveksi di pasar Johar Utara. Ia kaget melihat ukuran lapak yang hanya berukuran 1×2 meter saat meninjau lokasi pasar sementara bersama perwakilan pedagang Johar.

“Kalau ukuran lapak pedagang satu register 1×2 meter ya kasihan pedagangnya. Ini ndak afdol buat jualan. Kayak ukuran makam saja,” teriaknya dengan nada kesal.

Menurutnya, Dinas Pasar dan Komisi B DPRD kota Semarang sebelumnya menjanjikan ukuran lapak 2×2 meter untuk pedagang. Namun setelah cek lapangan ternyata hanya 1×2 meter saja.

Hal senada juga diutarakan Amir, pedagang konveksi Johar Utara. Menurutnya, pembagian lapak harus sesuai ukuran asli di register.

“Ndak masuk akal kalau perkios ukurannya 1×2 meter, apalagi seperti saya yang pedagang konveksi. Jelas butuh lahan yang luas,” imbuh Amir.

Kondisi lapak sementara pasar Johar di kawasan MAJT
Kondisi lapak sementara pasar Johar di kawasan MAJT

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar Johar (PPJP) Suwanto mengatakan, pembagian ukuran lapak harus sesuai ukuran asli lapak di Johar. “Kalaupun lebih kecil menurut saya ndak masalah, kan disini ndak permanen lapaknya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penataan dan Pemetaan Bidang Pengaturan Dinas Pasar Kota Semarang, Oktaviatmoko menyatakan jika pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pedagang pada Desember lalu.

“Awalnya memang satu pedagang yang punya register akan mendapatkan lapak berukuran 2×2 Meter. Namun setelah dicermati, ternyata dalam satu register lapak ada yang ukurannya 1 meter, ada yang 1,5 meter,  ada yang 2,5 meter, bahkan ada yang 80 hingga 120 meter satu register. Sehingga pembagian lapak disesuaikan ukuran lapak masing-masing register,” ujar Oktav.

Menurutnya, untuk mengantisipasi protes pedagang, dinas pasar sudah menandai ukuran 1×2 meter di lapak-lapak pasar. Akan tetapi bukan berarti setiap pedagang mendapat ukuran 1×2 meter, melainkan akan disesuaikan jumlah ukuran di register masing-masing pedagang.

“Nah.. kalau dia (pedagang,Red) punya lapak ukuran 60 meter dan dapat ukuran 2×2 meter di pasar sementar, kan nanti dia protes. Makanya pembagian itu kita buat ukuran 1×2 itu sebagai faktor pembagi,” katanya.

Tentunya, lanjut Oktav, pembagian lapak belum tentu sesuai ukuran asli lapak di Johar, karena luas pasar Johar dengan luas pasar sementara itu berbeda. “Disini kan lebih kecil, jadi akan ada pengurangan 20-24% dibanding luas lapak di pasar Johar,” jelasnya.

Oktav menambahkan, untuk zonasi dan tata letak akan dibagi 15 zona pedagang di pasar sementara. Pembagian zonasi meliputi lapak khusus aksesoris, barang pecah belah, buah-buahan, bumbon, daging, gerabah, hasil bumi, jasa, kelontong, konveksi, lain-lain, roti/makanan, sembako, tahu-tempe, warung makan.

“Dari 4700 pedagang yang memiliki register, baru 3600 pedagang yang sudah registrasi. Saya harap sesegera mungkin pedagang mendaftarkan register agar mempermudah proses pembagian lapak dan relokasi pasar,” ungkapnya. (Bj)