Home Ekbis Pedagang Dihimbau Prioritaskan Kebutuhan Beras Masyarakat

Pedagang Dihimbau Prioritaskan Kebutuhan Beras Masyarakat

berasKudus, 22/2 (Beritajateng.net) – Pedagang beras di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diimbau untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan beras masyarakat setempat sebelum menjualnya ke luar daerah, kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Kudus Dwi Agung Hartono.

“Pemkab Kudus memang tidak memiliki kewenangan lebih selain mengimbau mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal terlebih dahulu,” ujarnya menanggapi lonjakan harga jual beras di pasaran di Kudus, Minggu.

Untuk saat ini, kata dia, selain mengimbau para pedagang beras skala besar pemkab juga akan melakukan pemantauan pergerakan harga jualnya di pasaran.

Selain itu, lanjut dia, ketersediaan stok beras di pasara juga akan dipantau, guna memastikan tidak ada kelangkaan beras di pasaran.

“Jika stok beras cukup, tentu tidak ada permasalahan mengingat kebutuhan rumah tangga juga tidak begitu banyak,” ujarnya.

Terkait kemungkinan melakukan operasi pasar, kata dia, hal itu sulit direalisasikan karena tidak tersedia anggaran.

Apalagi, lanjut dia, persoalan lonjakan harga beras juga hanya dialami masyarakat Kudus, melainkan dialami pula masyarakat di daerah lain.

Untuk masyarakat kelas bawah, kata dia, dipastikan tercukupi dengan beras untuk masyarakat miskin yang setiap bulannya mendapatkan jatah 15 kilogram dengan harga tebus sebesar Rp1.600 per kilogram.

Pada tahun 2015 Kabupaten Kudus mendapatkan jatah raskin sebanyak 6.539.760 kilogram untuk 36.332 RTS.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Wergu Kudus Niswati mengakui, banyak pembeli dari luar daerah yang turun langsung untuk berburu beras di Kudus karena pasokan di luar daerah, seperti Jakarta mulai kekurangan.

Bahkan, lanjut dia, mereka berburu hingga ke sejumlah pemasok beras ke pedagang di pasar tradisional sehingga stok beras di pasaran mulai berkurang.

“Kalaupun ada stok beras, harganya cukup tinggi sehingga tidak berani kulakan karena khawatir jika turun,” ujarnya.

Kenaikan harga jual beras paling tinggi, kata dia, terjadi pada beras super naik Rp1.500 menjadi Rp10.000/kg.

Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus juga membenarkan, bahwa harga jual beras medium di pasaran mengalami kenaikan Rp1.000 menjadi Rp10.500/kg.(ant/bj02)

Advertisements