Home Lintas Jateng Pedagang di Kendal Hanya Jual Beras Yang Jelas Asal Usulnya

Pedagang di Kendal Hanya Jual Beras Yang Jelas Asal Usulnya

image

Kendal, 21/5 (Beritajateng.net)-Maraknya perdagangan beras plastik yang telah beredar di beberapa kota maupun daerah seperti yang diberitakan di media massa, membuat para pembeli warga Kendal khususnya menjadi resah. Sejumlah pedagang beras di Pasar Kendal menolak beras yang datang dari luar daerah, apalagi menjual beras yang tidak diketahui asal-usulnya. Mereka lebih memilih dan menjual beras yang didatangkan dari lokal sendiri.

Seperti dikabarkan, jika beras plastik mudah beredar di seputar pasar tradisional, tak khayal pembeli harus jeli dan harus bisa memastikan beras yang dibelinya adalah beras murni bukan campuran beras sintetik.

Guna mengantisipasi hal itu, beberapa pedagang beras lebih memilih mendatangkan beras lokal yang didapat dari sentra beras, seperti Grobogan dan Kendal sendiri. Setidaknya beras tersebut berasal dari ricemill milik pedagang beras bukan dari distributor luar.

Seperti yang dilakukan Nurwahyudin salah seorang pedagang beras di Pasar Kendal mengaku menolak beras yang di dapat dari luar daerah maupun distributor beras impor. Maraknya beras plastik, kata dia, sangat mempengaruhi penjualan beras asli.“Dengan adanya beras plastik, saya tetap menolak jika ada kiriman beras dari luar kota yang tidak jelas asalnya. Lebih baik saya memilih menjual beras yang didatangkan dari ricemill langsung,” ujarnya, Kamis (21/5).

Menurutnya, meski tidak besar pengaruhnya, namun para pembeli tetap menanyakan asal beras untuk memastikan beras tersebut bukan beras plastik. Selama ini, Nurwahyudin mengaku tidak mendatangkan beras dari luar daerah,dan beras yang dijual diambil langsung dari ricemill di Kendal dan Grobogan milik keluarganya.

Terpisah, Suhartiningsih (45) warga Desa Karangtengah Kaliwungu yang membeli beras juga merasa khawatir dan resah dengan maraknya beras plastik yang dicampur dengan beras murni. Pembeli mulai berhati-hati dan jeli saat memilih dan membeli beras, dengan memastikan beras yang akan dibeli dan dikonsumsi adalah beras asli.

Ia  menuturkan dengan adanya beras plastik menjadikan dirinya khawatir terhadap anak-anaknya yang masih duduk bangku kuliah. Pasalnya, kebanyakan anak kuliah yang kost jika ingin makan ya pasti diwarung makan.“Anak saya masih kuliah jika makan di warung atau  angkringan. Kasihan jika dia tidak mengetahui kalau nasi yang dimakan tercampur beras plastik,” keluhnya.

Diketahui, hingga kini untuk harga beras sendiri tengah mengalami kenaikan harga di samping isu kenaikan harga BBM kemarin, terlebih menjelang bulan ramadhan. Harga beras naik berkisar antara lima ratus rupiah hingga dua ribu rupiah perkilogramnya.“Seperti beras jenis IR C 4 dari harga Rp 7500 /Kg kini dijual Rp 7800 /Kg, sedangkan jenis Mentik dan Pandanwangi naik tinggi, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu perkilogramnya,” beber Suhartini. (BJ19)