Home Headline PDIP Tunggu Dalang Poster ‘Raja Jokowi’

PDIP Tunggu Dalang Poster ‘Raja Jokowi’

975
0

SEMARANG, 18/11 (Beritajateng.net) – Jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah sampai saat ini belum menindaklanjuti ke persoalan hukum terhadap persoalan pemasangan Banner Rountage bergambar ‘Raja Jokowi’. Temuan soal pemasang rountage di beberapa daerah dianggap kawan sendiri yang hanya mencari rejeki bukan dalangnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto mengatakan pihaknya masih menunggu pemilik alat peraga kampanye (APK) tersebut untuk datang ke kantor DPD guna mengklarifikasi dan berdiskusi.

“Itu (operator) kan cuma tukang pasang. Yang terima duit, ini sama yang kita temui di Magelang, yang di Bumiayu, itu kan hanya operator lapangan. Kalau operator lapangan, ya belum yang punya APK. Saya tunggu yang punya APK,” katanya di sela-sela Pra Jambore Kader Komunitas Juang DPD PDI Perjuangan Jateng di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (18/11l).

Sebelumnya, PDI Perjuangan mengungkap para pelaku pemasangan poster ‘Raja Jokowi’ di sejumlah daerah. Diantaranya di Magelang, Banyumas, dan Bumiayu. Pemasang gambar di Magelang mengaku berasal dari Relawan Magelang Makmur Sentosa. Sementara di Banyumas mengaku sebagai bagian Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI). Namun mereka bungkam saat ditanya siapa otak yang memerintahkan pemasangan poster.

Bambang menganggap para pelaku di lapangan hanyalah diupah atau mencari rezeki dari pekerjaannya.

“Kalau itu (operator) wis kita anggap friends sendiri. Kalau anak bangsa cari tambahan rezeki, kemudian kita soal gimana perasaan kau? Gitu lho, kita nggak tegalah. Ini otaknya yang kita tunggu, itu berarti adalah dia pelaksana yang punya APK. Kalau yang ini (pemasang) udahlah, nggak kita permasalahkan gitu lho,” ujar Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma’ruf Amin itu.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut menambahkan, pihaknya ingin mengetahui motif pemasangan poster tersebut dari dalangnya. Selain itu, otak pemasangan telah menggunakan logo PDI Perjuangan tanpa berkomunikasi dengan partai.

“Meski PDI Perjuangan dikesankan partai yang ganas, yang isinya cuma otot, yang tukang marah, kan begitu. Ada waktu-waktu dimana kita harus diskusi, musyawarah. Kita nggak marah, apa ada yang kita rusak? Kecuali stiker, memang nggak bisa dibenahi, tetapi APK saya pastikan aman,” kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu.

Dia juga menyebut dalang pemasangan poster ‘Raja Jokowi’ membuat gerakan yang masif. Juga melibatkan sistem pengorganisasian yang baik, dengan dukungan dana yang memadai.

Pra Jambore Kader Komunitas Juang (KKJ) Jateng sendiri digunakan sebagai simulasi persiapan Jamboree KKJ yang akan digelar Januari 2019 nanti.

Menurut Bambang, pasukan KKJ akan menjadi koordinator pasukan gorong gorong. “Mereka akan berjuang untuk pemenangan partai dan Pak Jokowi, bukan pemenangan caleg,” katanya.

Dia menjelaskan, pasukan gorong-gorong merupakan pasukan bawah tanah. Mereka akan melakukan sejumlah fungsi. Diantaranya bekerja bersama infanteri untuk melakukan gerakan canvassing, masuk dalam komunitas, maupun bersama pasukan siber juang.

(NK)