Home Headline PDI Perjuangan Segera Pecat Kader Pembelot di Pilkada

PDI Perjuangan Segera Pecat Kader Pembelot di Pilkada

316

SEMARANG, 2/9 (Beritajateng.net) – PDI Perjuangan segera memproses pemecatan kadernya yang membelot ke Parpol lain dalam pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 ini. Berdasarkan laporan yang masuk ke Pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah setidaknya ada 3 kader yang terancam dipecat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Kusriyanto usai menyerahkan Surat Rekomendasi Pasangan Calon Kepala Daerah dari PDI Perjuangan di 21 Pilkada di Jawa Tengah.

“Mereka nggak mendukung rekomendasi pilkada, pasti ada sanksi. Nanti kita usulkan ke DPP. Sanksinya ya pemecatan,” ungkapnya di Panti Marhaen Semarang, Rabu (2/9).

Bambang menjelaskan kader yang dianggap tidak tegak lurus instruksi partai adalah Bupati Semarang Mundjirin. Mundjirin yang saat ini masih kader PDI Perjuangan dianggap memberi ruang kepada istrinya, Bintang Narsasi untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Semarang melalui partai lain.

PDI Perjuangan sendiri memberi rekom ke paslon Ngesti Nugraha-Basari untuk maju di Pilkada Kabupaten Semarang. Sedangkan Bintang Narsasi berpasangan dengan Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono.

“Padahal awalnya anaknya Pak Mundjirin kita tawari maju sebagai calon wakil, nggak boleh. Tahu-tahu istrinya maju,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Krebo ini.

Anak Mundjirin, Biena Munawa Hatta sendiri juga kader PDI Perjuangan dan kini menjabat anggota DPRD Kabupaten Semarang.

“Anaknya kami beri ruang dengan menjadi anggota dewan karena percaya akan mendukung rekom. Kalau begini kan namanya tidak mendukung rekom,” tegasnya.

Sementara di Blora, kader PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD setempat, Dwi Astutiningsih justru maju Pilkada melalui Partai Demokrat.

PDI Perjuangan sendiri memberi rekomendasi pada Arief Rohman – Tri Yulisetyowati untuk maju di Pilkada Blora.

Bambang menegaskan, yang bersangkutan jelas tidak tunduk pada perintah partai. Posisi sebagai legislator akan diganti melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW).

“Nanti kita pecati semua. Enak aja, sudah 10 tahun merasakan harkat martabat dari PDI Perjuangan, pindah begitu saja. Kan etikanya nggak ada,” tandasnya.

(NK)