Home Headline PDI Perjuangan Instruksikan Pencopotan Banner Jokowi

PDI Perjuangan Instruksikan Pencopotan Banner Jokowi

994
0

SEMARANG, 12/11 (beritajateng.net) – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah menginstruksikan kepada jajarannya agar banner rountag bergambar Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo memakai mahkota seperti dalam tokoh Wayang yang terpasang di beberapa tempat di Jawa Tengah segera diturunkan. Instruksi tersebut tertuang didalam surat nomor
1191/IN/DPD/XI/2018 tertanggal 11 November 2018.

Dalam rountag tersebut selain gambar Jokowi, ada logo PDI Perjuangan dengan nomor urut 3 dan di bagian atas terdapat tulisan “Ayo Kita Bekerja untuk Rakyat”.
Roundtag tersebut disoal karena dianggap menggambarkan Presiden Jokowi sebagai Raja.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto mengatakan pihaknya menganggap pemasangan roundtag tersebut merupakan teknik kampanye downgrade bagi capres yang diusung partainya.

“Di era demokrasi, mana ada raja. Capres kami dikasih mahkota. Semua melalui election,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut.

Dalam isi surat tersebut, partai merasa gambar yang dipasang melecehkan Capres Jokowi. Selain itu, pemasangan gambar tidak pernah berkoordinasi dan seizin partai. Gambar juga terindikasi dipasang lawan politik untuk menjatuhkan citra capres dari PDI Perjuangan. DPD memerintahkan gambar-gambar tersebut dilepas dan diamankan di kantor DPC setempat.

Dikatakan Pacul, roundtag tersebut tidak diterbitkan oleh partai, Tim Kampanye Nasional (TKN), maupun Tim Kampanye Daerah (TKD). Sementara logo partai maupun gambar capres yang diusung partainya dipakai dalam gambar tersebut

“Jadi ya kita copotin saja. Kita simpan di kantor partai. Kalau yang punya roundtag mau ambil, ya silahkan datang ke kantor partai kita,” tandas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tersebut.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Kusriyanto menambahkan gambar Jokowi memakai mahkota yang dipasang dianggap tidak etis. Sebab Jokowi sebagai Presiden digambarkan sebagai Raja.

“Gambar-gambar tersebut sudah mulai dilepas sejak dua hari lalu,” kata Ketua DPRD Kabupaten Semarang itu.

Dia mengatakan roundtag tersebut ditemukan di seluruh Jateng. Pihaknya belum mengetahui apakah gambar yang sama juga dipasang di provinsi lain. Meski merasa hal tersebut bentuk kampanye downgrade, pihaknya belum berencana melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Masih kita cari tahu siapa pemasangnya,” ungkap pria yang biasa disapa Bambang Kribo tersebut.

Dari pantauan Beritajateng.net di Kota Semarang, pemasangan rountag dilakukan sampai ke pelosok pelosok kampung. selain itu gambar gambar Jokowi seperti dalam rountag tersebut juga ditemukan dalam bentuk stiker oneway yang terpasang di angkot angkot.

(NK)