Home Headline Pawai Ogoh-ogoh Semarang Tetap Semarak Meski Diwarnai Hujan

Pawai Ogoh-ogoh Semarang Tetap Semarak Meski Diwarnai Hujan

331
0
Pawai Ogoh-ogoh Semarang Tetap Semarak Meski Diwarnai Hujan
        Semarang, 25/3 (BeritaJateng.net) – Meski sempat diguyur hujan deras di Kawasan Titik Nol, Kota Lama Semarang dan di Balaikota Semarang namun ribuan peserta dan warga Kota Semarang antusias mengikuti jalanya Karnaval Seni Budaya Lintas Agama Pawai Ogoh-ogoh yang bertemakan ‘Harmoni Dalam Kebhinekaan Guna Mewujudkan Semarang Hebat’.
        Akibat hujan, kegiatan yang harusnya dimulai pada pukul 14.00 WIB harus dimulai sekira pukul 15.00 WIB dan barisan pawai ogoh-ogoh masuk ke Gedung Balaikota Semarang sekira pukul 15.45 WIB dan disambut oleh ribuan warga Kota Semarang.
         Hadir dalam acara diantaranya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri dan Ketua DPD Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang Nengah Wirta Darmayana.
         Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutannya menegaskan, kegiatan pawai ogoh-ogoh merupakan pembuktian komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bahwa semua agama dijamin kenyamananya dalam melangsungkan ibadah.
         “Jadi ada Hindu, Budha, tadi ada Kong Hu Cu, ada Kristen, Katholik, Islam semuanya bebas untuk menjalankan ibadah, sepanjang sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas wali Kota yang akrab disapa Wali Kota Hendi Minggu (25/3) di Halaman Balaikota Semarang, Jateng.
        Hendi mengungkapkan, jika even pawai ogoh-ogoh ini digelar, salah satunya merupakan upaya Pemkot Semarang untuk menggenjot dan meningkatkan kualitas dan pendapatan di sektor Pariwisata.  “Hari ini Kota Semarang sedang jualan. Kita sedang menggejot Pariwisata,” ungkapnya.
        Hendi membeberkan, jika sebuah indikasi faktor positif dari data statistik jika dari tahun ke tahun jumlah wisatawan domestik yang mengunjungi Kota Semarang meningkat dalam jumlah cukup signifikan. Dengan adanya pawai ogoh-ogoh dan kegiatan dan tempat-tempat wisata lainya yang muncul akan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang. Termasuk meningkatnya jumlah wisatawan Internasional.
        “Sebuah, indikasi faktor statistik menunjukan pariwisata di Kota Semarang berkembang. 2011, wisatawan domestik yang datang ke Kota Semarang jumlahnya 12,5 juta. 2016 Alhamdulillah sudah mencapai 14 juta dan hari ini kami mentargtekan mudah-mudahan kunjungan wisatawan internasional juga meningkat di Kota Semarang,” ujarnya.
          Ketua DPD PHDI Kota Semarang, Nengah Wirta Darmayana mengungkapkan, selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, even pawai ogoh-ogoh ini merupakan salah satu konsep Dinas Pariwisata Kota Semarang.  “Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Semarang, salah satu konsep yang gencar dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang, adalah dengan memberdayakan Comunity Desitrorism yaitu mengedampankan komunitas selaku pelaku utama untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan serta partner industri pariwisata pemerintah Kota Semarang.,” ujarnya.
        Nengah menyatakan, Komunitas Hindu Dharma Kota Semarang merupakan salah satu partner Dinas Pariwisata Kota Semarang yang setiap bulan Maret menyelenggarakan karyawan seni budaya dengan melibatkan lintas agama serta pawai ogoh-ogoh. “Disamping sebagai sarana wisata menarik wisatawan ke Kota Semarang juga sebagai sarana memelihara kerukunan antar umat bergama serta memantik pegiat seni Kota Semarang untuk meniptakan budaya seni baru guna menambah bentuk-bentuk kesenian baru di Kota Semarang. Jumlah peserta 700 orang terdiri dari seluruh perwaklan agama, perwakilan etnis, seluruh komunitas di Kota Semarang,” pungkasnya.(El)