Home Hiburan Pawai Dugderan Tradisi Turun Temurun Kota Semarang

Pawai Dugderan Tradisi Turun Temurun Kota Semarang

Caption Foto : Hendi Diarak menggunakan Bendi saat ikuti Pawai Dugderan
Caption Foto : Hendi Diarak menggunakan Bendi saat ikuti Pawai Dugderan
Caption Foto : Hendi Diarak menggunakan Bendi saat ikuti Pawai Dugderan

Semarang, 16/6 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang mengadakan pawai dugderan yang merupakan bagaian tradisi budaya turun-temurun menyambut bulan suci ramadhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi bahwa pawai Dugder 2015 dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1436 H.

“Pawai Dugderan 2015 atau 1436 H ini adalah tradisi yang menjadi agenda rutin Kota Semarang. Dugderan ini sebagai tanda bahwa bulan ramadhan akan segera tiba, dan prosesinya sudah mulai berlangsung, setelah ini akan dilanjutkan berjalan ke Masjid Kauman untuk ikut membacakan Shukuf Kholakoh oleh para Ulama,” jelasnya.

Untuk mengetahui kepastian kapan hari puasa, pemerintah Kota Semarang masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

“Kita juga menunggu pemberitahuan dari pemerintah, kapan dapat memulai Puasa, entah besok, lusa atau hari Jumat mendatang, dan kita akan mengikuti peraturan dari pemerintah pusat,” ucap Hendi saat mengikuti prosesi Pawai Dugderan.

Dengan adanya tujuan dugderan ini, merupakan bagian dari tradisi yang sudah turun menurun para pemimpin jaman dahulu, mereka selalu mengumumkan akan datangnya bulan ramadhan.

“Kita ini adalah bagian dari pemimpin yang sangat menghormati beliau-beliau terdahulu, maka kita hanya meneruskan tradisi tersebut,” tambah Walikota Semarang Hendrar Prihadi. (BJ06)