Home Kesehatan Paviliun Gatotkaca RSUD Wongsonegoro Dilengkapi Kamar VIP, VVIP dan President Sweet

Paviliun Gatotkaca RSUD Wongsonegoro Dilengkapi Kamar VIP, VVIP dan President Sweet

5641
Walikota Semarang resmikan paviliun Gatotkaca RSUD Kota Semarang.

Semarang, 18/1 (BeritaJateng.net) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro (dulu RSUD Kota Semarang) memiliki gedung baru bernama paviliun Gatotkaca yang diperuntukkan bagi pasien kalangan menengah atas.

Hal ini disampaikan oleh Susi Herawati Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro. “Dengan diresmikannya nama RSUD Kota Semarang menjadi RSUD KRMT Wongsonegoro semakin membuat kami termotivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Tentunya dengan di support pelayanan yang lebih baik dan SDM berkompeten,” ujar Susi.

Menurutnya, pelayanan unggulan di Paviliun Gatotkaca berupa kamar perawatan VIP, VVIP hingga Presiden sweet. “Paviliun Gatotkaca ada lima lantai, lantai pertama ada area publik yang berisi kantin atau foodcort, dan rawat jalan yang eksekutif. Di lantai 2, 3, dan 4 adalah ruang inap dimana ada ruang kelas VIP sebanyak 22 kamar, VVIP sebanyak 18 kamar, dan Presiden Sweet ada 2 kamar,” imbuh Susi.

Ia menjelaskan, kamar VIP memiliki luasan 4×7 meter persegi yang berisi bad elektrik, optical central, sofa, TV, kamar mandi sower panas dan dingin serta bad perawatan. Sedangkan yang membedakan dengan kamar VVIP adalah ruangannya, ukurannya dikamar VVIP 5×7 meter persegi.

“Di kamar Presiden Sweet luasannya lebih, ada kitchenset ruang makan, ruang tunggu setara bintang lima,” katanya.

Menurut Susi, biaya kamar untuk VIP, VVIP dan President Sweet masih terhitung wajar. “Untuk kamar VIP per kamar Rp. 600rb, kamar VVIP Rp. 700rb dan Kamar Presiden Sweet Rp. 1juta. Ini hanya ruangan saja. Untuk perawatan dan tindakan lain tersendiri,” lanjutnya.

Paviliun Gatotkaca rencananya mulai beroperasi pada Mei 2017. “Kami masih melengkapi semua kekurangan interior dan peralatan di tiap kamar VIP, VVIP dan President Sweet sehingga rencana Mei nanti baru bisa dioperasikan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi mengakui fasilitas itu memang untuk memfasilitasi masyarakat menengah ke atas dengan kelas VIP dan VVIP yang ditawarkan.

“Pertanyaan berikutnya, apakah Pemkot Semarang nanti ‘ga’ pro-masyarakat menengah bawah? Tidak. Sebelumnya, kami sudah membangun fasilitas rawat inap kelas III sebanyak 80 kamar,” katanya.

Maka dari itu, kata dia, pembangunan Paviliun Gatotkaca yang memiliki 42 kamar itu sesuai dengan prinsip keadilan karena warga Semarang ada yang menengah ke atas dan menengah ke bawah.

Pengembangan fasilitas kesehatan milik Pemkot Semarang itu tak hanya berhenti di situ, lanjut dia, tetapi akan terus berkembang dengan tahapan-tahapan pembangunan fasilitas yang lainnya.

“Mulai kelas III, paviliun ini, ke depannya ada pembangunan untuk fasilitas ICU (intensive care unit) karena kebutuhan kamar ICU di RS sekarang sangat memerlukan tambahan,” katanya.

Pada tahun depan, kata Hendi, rencananya fasilitas rawat jalan yang sudah ada akan dibangun dan dikembangkan secara modern agar lebih terintegrasi dengan biaya sekitar Rp150 miliar. (EL)