Home Nasional PATPI : Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Harus Diindustrikan

PATPI : Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Harus Diindustrikan

529
0
yupico
Ketua PATPI Pusat Prof Rindit Pambayun menyerahkan cindera mata kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Semarang, 20/10 (BeritaJateng.net) – Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) mendorong hasil-hasil penelitian pangan yang dilakukan kalangan perguruan tinggi harus diindustrikan.

“Hasil riset dan inovasi yang dilakukan perguruan tinggi dalam bidang teknologi pangan selama ini sangat banyak,” kata Ketua Umum PATPI Prof RIndit Pambayun di Semarang, Selasa.

Hal itu diungkapkannya di sela seminar “Inovasi Teknologi Untuk Memperkuat Peran Industri Menuju Akselerasi Pemenuhan Pangan Nasional” yang diprakarsai PATPI pusat dan Kota Semarang.

Ia menyebutkan sekarang ini jumlah ahli teknologi pangan di Indonesia juga sudah banyak, yakni sekitar 1.000 pakar yang tergabung dalam keanggotaan PATPI yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Belum termasuk para lulusan-lulusan jurusan teknologi pangan yang ‘expert’ di bidangnya yang tidak tercakup dalam keanggotaan PATPI. Kebanyakan anggota PATPI kan akademisi,” katanya.

Makanya, guru besar yang juga Kepala Pusat Penelitian Pangan Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya, Palembang, itu, mengatakan perlunya hasil riset pangan didorong hilirisasinya ke industri.

Menurut dia, selama ini memang sudah cukup banyak hasil-hasil riset teknologi pangan yang “ditangkap” oleh dunia industri, namun semestinya bisa lebih banyak riset yang diindustrikan.

“Dalam kesempatan seperti ini, kami ajak para ahli untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya mengenai teknologi pangan agar bisa terpublikasi dan diaplikasi oleh dunia industri,” katanya.

Dibandingkan sebelumnya, kata dia, perhatian pemerintah terhadap hasil-hasil riset perguruan tinggi sudah cukup bagus dengan mengusung konsep ABG (academic, business, and government).

“Jadi, akademisi, industri, dan pemerintah bisa sejalan. Perhatian pemerintah memang sudah mulai bagus terhadap hasil riset perguruan tinggi, namun ke depan harus ditingkatkan,” katanya.

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 20-21 Oktober 2015, para pakar teknologi pangan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi kemudian dibagi dalam lima kelas kecil.

Ada lima topik yang dibahas, yakni inovasi teknologi pangan dan daya saing industri, teknologi untuk pemberdayaan industri pangan, pengembangan bahan dan produk pangan, mutu gizi dan keamanan pangan, serta interaksi industri pangan dan lingkungan.

Selain itu, digelar pula pameran produk pangan yang diikuti oleh sekitar 30 pelaku industri pangan, baik berskala kecil, menengah, maupun besar, dan dipamerkan pula kerajinan khas Jateng. (Bj/ant)