Home Headline Pasutri yang Ditangkap Seorang PNS Ber-KTP Ganda

Pasutri yang Ditangkap Seorang PNS Ber-KTP Ganda

Pelaku dimintai keterangan penyidik.

Pelaku dimintai keterangan penyidik.
Pelaku dimintai keterangan penyidik.

Karanganyar, 22/1 (BeritaJateng.net) – Pasutri Sumaryono dan Siti Zulaikah yang melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil milik beberapa rental mobil ini juga seorang guru PNS di salah satu MTS di Boyolali dengan golongan IV D.
Kapolres Karanganyar AKBP Mahedi Surindra menerangkan jika Sumaryono dalam pemeriksaan lanjutan juga terbukti memiki KTP ganda, salah satunya menggunakan nama Sutono yang beralamat Dukuh Wonodadi Rt 05/05 Desa Wonodadi, Pracimantoro, Wonogiri.
“Adanya kepemilikan KTP ganda tersangka, kita akan menelusuri dari mana KTP tersebut bisa diperoleh tersangka. Dan tak menutup kemungkinan kita coba kembangkan ke kasus lainnya. Tapi yang pasti, dia bukan komplotan pencurian mobil,” jelasnya saat konfrensi pers di Mapolsek Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2015).
Hasil penyidikan sementara jelas AKBP Mahedi Surindra, mobil rental hasil sewaan diakui milik tersangka kemudian digadaikan kepada beberapa kawannya sebesar Rp 20 – 30 juta.
Sedangka untuk penggelapan sejumlah sepeda motor dilakukan dengan cara berpura pura meminjam motornya kemudian dibawa kabur dan digadaikan sebesar Rp 2 juta – Rp. 3 juta.
Namun ketika diperiksa Mapolsek Gondangrejo, kepada penyidik Sumaryono mengaku dirinya terpaksa melarikan mobil dan sepeda motor untuk membayar hutangnya di Bank.
Kasus ini ini terkuak karena laporan dari pemilik mobil rental yang disewa tersangka. Munawaroh warga Sambirejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. melaporkan bahwa pasutri Sumaryono dan Siti Zulaikah telah melarikan mobil rental miliknya.
Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Keduanya tertangkap ketika bersembunyi di sebuah rumah kopntrakandi dukuh Suruhan desa Suruhan,kecamatan Bandung, Tulungagung, Jawa Timur.
Dalam kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan kedua pasutri tersebut, polisi berhasil mengamankan 7 unit sepeda motor, masing-masing Honda Vario, 2 Yamaha Mio, Honda Revo, Honda GL 100, Yamaha Jupiter dan 2 Suzuki Shogun. Dan 5 mobil diantaranya, Mitsubhisi Kuda, 2 Toyota Avansa, 1 unit Daihatsu Xenia dan Isuzu Panther. (BJ24)