Home Hukum dan Kriminal Pasutri Kasus Penggelapan Rp5,1 Miliar Mulai Disidangkan

Pasutri Kasus Penggelapan Rp5,1 Miliar Mulai Disidangkan

image

Solo, 9/12 (Beritajateng.net) – Pasangan suami istri Mardiyanto (50) dan Srimulyani (48) warga Madegondo Grogol Sukoharjo yang terlibat kasus penipuan dan penggelapan uang senilai Rp5,1 miliar mulai disidangkan dengan agenda membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa.

Sidang kasus penipuan dan penggelapan uang terhadap terdakwa pasutri itu dipimpin Ketua Majelis Hakim, Teguh Haryanto, dibantu anggota Subur S. Satyo, Puji Hendro Suroso, sedangkan Jaksa Penuntut Umum, Ana May Diana.

JPU Ana May Diana dalam surat dakwaannya mengatakan, terdakwa pasutri tersebut didakwa pertama sesuai Pasal 378 jo Pasal 55 Jo Pasal 64 KUHP, dan kedua Pasal 372 Jo Pasal 55 Jo Pasal 64 KUHP, tentang Penipuan dan Penggelapan.

Ana May Diana menjelaskan, kasus berawal dari pasutri ketika meminjam uang senilai Rp150 juta terhadap korban Siti pada 2010. Terdakwa Srimulyani ini, merupakan kenalan korban Siti saat acara arisan dan pengajian sebelumnya.

Terdakwa Srimulyani mengaku bahwa uang akan digunakan untuk usaha mebel, berlian, dan batik yang bertaraf internasional. Semula Siti dijanjikan keuntungan banyak hanya dalam waktu sebulan. Pada bulan pertama dan kedua janji Srimulyani terealisasi. Siti menerima pengembalian uang dan keuntungan dari terdakwa.

Pada bulan berikutnya kembali meminjam uang yang lebih banyak kepada Siti. Dia menjanjikan keuntungan lebih banyak pula hanya dalam tempo tiga bulan. Setelah dipinjami terdakwa terus saja meminjam uang hingga 2012 senilai Rp4,1 miliar.

Korban Siti meminjamkan uang tersebut secara tunai, dan terakhir meminta tambahan uang senilai Rp5 miliar dengan alasan untuk bisnis berlian di Eropa.

Namun, Siti hanya dapat meminjamkan Rp1 miliar melalui transfer rekening Bank BNI Solo. Tetapi, terdakwa hingga batas waktu yang telah dijanjikan terlampaui uang tidak dikembalikan.

Terdakwa pasutri dalam sidang tersebut telah didampingi penasihat hukumnya, Bagus Anang Wijaya, akan memberikan tanggapan atas dakwaan jaksan penuntut umum pada agenda sidang berikunya yang digelar di tempat sama, Selasa (16/12).

Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto memberikan kesempatan waktu sepekan kepada penasihat hukum terdakwa untuk menanggapi surat dakwaan jaksa penuntut umum pada sidang berikutnya.(ant/pj)

Advertisements