Home Lintas Jateng Pasutri Asal Semarang Teridentifikasi Meninggal Dalam Tragedi Mina

Pasutri Asal Semarang Teridentifikasi Meninggal Dalam Tragedi Mina

IMG-20150927-WA0002
Sugeng Triyanto dan Sri Prabandari (atas) berfoto bersama Yudha Aditya dan Sri Agustin sebelum tragedi Mina.

Semarang, 27/9 (BeritaJateng.net) – Jamaah haji asal Indonesia yang menjadi korban dalam tragedi Mina di Arab Saudi bertambah. Hal ini diketahui setelah tim evakuasi melakukan identifikasi dan menemukan lima WNI lainnya yang meninggal dunia.

“Jamaah haji yang wafat, sebelumnya sebanyak 14 orang, saat ini menjadi 19 orang,” ujar Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat Arsyad melalui rilisnya, Minggu (27/9).

Berikut identitas jenazah kelima WNI yang berhasil teridentifikasi:

1. Nero Sahi Astro, (Kloter SUB 48/ No Paspor B1225386)

2. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo (SUB 61/B1045049)

3. Siti Muanifah Zainudin Sahlan (SUB 61/B1469941)

4. Rasno Asyidik Kardan (JKS61/B0745304)

5. Sri Prabandari Markani (SOC62/B0875692)

Salah satu jamaah haji Sri Prabandani merupakan warga Rt 03/07, Ngaliyan, Semarang. Sebelumnya, keluarga telah menerima kabar meninggalnya Sugeng Triyanto (57th) yang merupakan suami dari Sri Prabandani.

Kabar meninggalnya Sugeng Triyanto tersebut dibenarkan oleh anaknya, yakni Yudha Aditya Ryan Permana yang kebetulan ikut melangsungkan ibadah haji bersama Sugeng Triyanto (bapak), Sri Prabandari (ibu) dan Sri Agustin (kakak Ipar Sri).

Mereka berangkat haji melalui kloter 62 embarkasi Solo dan berangkat pada tanggal 12 September 2015 di regu 3 kelompok VII.

Kabar meninggalnya Sugeng Triyanto di Mina tersebut, setelah Iriyanto Basuki warga Seteran no. 4 Semarang yang merupakan kakak kandung Sugeng Triyanto menghubungi Aditya anak korban yang ikut menunaikan ibadah haji.

Selanjutnya, Iriyanto Basuki menerangkan tentang kronologis kejadian meninggalnya Sugeng Triyanto.

Foto Sri Prabandarini mendorong kursi roda putranya Yudha Aditya.
Foto Sri Prabandari mendorong kursi roda putranya Yudha Aditya.

Menurut Yudha Aditya Ryan Permana saat dihubungi menggunakan Handphone, katanya kejadian terjadi saat akan melangsungkan lempar jumroh pada pukul 10 pagi waktu setempat. Saat itu rombongan kloter 62, regu 3 kelompok VII berjalan di Mina dan sedang berdesak-desakan, Sugeng Triyanto saat itu sedang mendorong kursi roda Aditya, yang kebetulan Aditya tak bisa berjalan dan harus menggunakan alat bantu kursi roda.

“Papa saat itu mendorong saya, dan karena berdesak-desakan dengan yang lainya, lalu papa jatuh dan terinjak-injak jamah lainya. Saya saat itu terlepas dengan papa, dan ternyata mama juga sudah tidak ada terlepas juga dengan rombongan lainya,” kata Aditya saat dihubungi melalui Telepon oleh Iriyanto Basuki.

Setelah terjadi injak-injak tersebut, lanjut Yudha Aditya, saya melihat sendiri kondisi papa sudah meninggal, dan saya langsung menghampiri dan menutup muka papa dengan kain ikhram papa. “Lalu kemudian saya diamankan oleh pihak pengamanan setempat dan Ibu terpisah saat berada di jalur Mina,” tutur Yudha Aditya.

Dengan diumumkannya rilis dari Kepala Daker Makkah berarti pasangan suami istri Sugeng Triyanto dan Sri Prabandari diidentifikasi tewas dalam tragedi di Mina, Kamis (24/9) lalu. (Bj)