Home Headline Pasokan Air Bersih di Semarang Wilayah Timur Diupayakan Kembali Normal

Pasokan Air Bersih di Semarang Wilayah Timur Diupayakan Kembali Normal

222
0
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi Sidak PDAM, Perintahkan Cari Suplai Air Alternatif
       Semarang, 18/5 (BeritaJateng.net) – PDAM Kota Semarang terus lakukan upaya untuk menanggulangi krisis air bersih yang terjadi di wilayah timur Kota Semarang.
       Plt. Direktur Utama PDAM Kota Semarang M. Farchan mengungkapkan salah satu upaya yang dilakukan oleh PDAM saat ini yakni mengoptimalkan suplisi-supliai dari sungai-sungai yang berada di sekitar kudu untuk memasok pasokan air baku.
         “Saat ini sudah ada pasokan air baku dari kali gubug sekitar 600 liter/s kita juga ada suplisi dari Bendung pucanggading yang diperkirakan 200 liter/s,” Katanya.
        Lebih lanjut Farchan mengungkapkan,  saat ini pasokan air baku yang terdapat di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu sudah hampir mendekati angka normal yakni 800 liter/detik. Artinya menurut dia sudah ada peningkatan yang signifikan.
       “Dari suplisi-suplisi sungai walaupun sebagian besar sungai sudah kering akibat kemarau, ini menambah pasokan air baku yang ada di IPA Kudu, bahkan siang ini sudah mencapai 800 liter/s,” ungkapnya.
        Selain mengoptimalkan suplisi-suplisi sungai, pihaknya juga melakukan beberapa upaya darurat lainya yakni dengan melakukan pengiriman air bersih gratis menggunakan tengki-tengki kepada warga yang saat ini sudah di letakan oleh PDAM Kota Semarang.
        “Jika misal pasokan yang ada masih kurang, kita akan melakukan pengeboran air bawah tanah yang dimungkinkan untuk suplay air bersih,” ungkapnya.
         Sementara itu, Farchan menjelaskan krisis air bersih yang terjadi di wilayah timur Kota Semarang disebabkan adanya rehabilitasi saluran yakni dari kelambu ke kudu sepanjang 47 km. Hal ini berakibat berkurangnya pasokan air dari semula 1000 liter/detik menjadi 700 liter/detik.
         “Ditambah ada turbin yang rusak di PLTA Kedungombo milik PLN. Kita otomatis tidak bisa berbuat banyak karena turbin itu tanahnya PLN, sementara PLN menjanjikan perbaikan turbin selesai dalam kurun waktu dua bulan,” jelasnya.
          Hal tersebut di perparah dengan pengambilan air dari tengah sungai oleh petani-petani. Karena memang lanjut Farchan ini merupakan musim kemarau sehingga air yang masuk di Kudu relatif sedikit bahkan cenderung habis.  “Namun tadi saya sampaikan kita bersama BBWS kita lakukan suplisi-suplisi, untuk beberapa sungai harapanya ini bisa menambah pasokan ke IPA Kudu,” harapnya.
        Dari tindakan yang saat ini sudah dilakukan oleh PDAM, Farchan juga mengungkapkan bahwa dengan melakukan suplisi-suplisi sungai di sekitaran kudu, saat ini pasokan air bersih yang mengalir ke Semarang wilayah timur sudah mulai membaik, yakni kurang lebih 40 ribu pelanggan dan total kurang lebih 60 ribu pelanggan sudah dapat teraliri air bersih.
         “Semarang wilayah timur yang notabenya disuplay oleh wilayah kudu, dari 60 ribu setidaknya 40 ribu pelanggan sudah bisa dialiri. Dan sisanya akan terus kita pantau. Mudah-mudahan puasa ini semua 100 persen bisa teraliri,” imbuhnya. (El)