Home Alkisah Paskah, Ajak Umat untuk Memupuk Rasa Cinta, Percaya dan Harapan

Paskah, Ajak Umat untuk Memupuk Rasa Cinta, Percaya dan Harapan

222
0
Pendeta Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga Rudiarto Budi Prasetyo, S.Th.
           Purbalingga, 2/4 (BeritaJateng.net) – Ditengah suasana kehidupan akhir-akhir ini yang diwarnai berbagai intrik yang berpotensi memecah rasa persatuan, umat Kristiani diajak untuk memupuk rasa cinta sesama manusia, rasa percaya kepada Tuhan dan hidup penuh dengan pengharapan.
             “Melalui perayaan Paskah, mari kita semakin diteguhkan akan kebangkitan Tuhan. Percaya merupakan tanggapan atas cinta yang Tuhan nyatakan, dimana kita akan semakin hidup dalam pengharapan. Dan pengharapan itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk kita bagikan kepada orang lain,” kata pendeta Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga Rudiarto Budi Prasetyo, S.Th.
            Rudiarto mengungkapkan hal tersebut saat menyampaikan kotbah dan pesan Paskah pada kebaktian yang diselenggarakan di gereja setempat, Minggu (1/4). Perayaan yang berlangsung khidmat itu dibagi dalam dua sesi. Sesi pagi kebaktian mulai pukul 05.00 dan sesi siang mulai pukul 09.00 WIB.  Sekitar 1.500 jemaat gereja itu mengikuti perayaan Paskah dengan seksama. Kebaktian pagi dilayani oleh pendeta Rudiarto Budi Prasetyo, sedang kebaktian siang jam 9 dilayani Pendeta Slamet Waluyo, S.Si.
            Rudiarto mengatakan, cinta yang hilang dalam dunia menimbulkan kegaduhan-kegaduhan. Sebuah rumah tangga tanpa adanya cinta hanya aka nada kegaduhan. Ketertundukan rakyat terhadap pemerintah dan hukumnya, tanpa dilandasi cinta kepada negeri hanya akan menimbulkan keterpaksaan dan tekanan. “Proses belajar tanpa dilandasi cinta untuk terus belajar, hanya akan menimbulkan rutinitas dan kebosanan. Tanpa cinta, kepercayaanpun menghilang, harapanpun tak akan terwujud,” katanya.
            Tuhan Yesus, lanjut Rudiarto, mengajarkan tentang cinta. Dengan cinta yang diajarkan, manusia dimungkinkan untuk memiliki sahabat, baik dalam rumah tangga, sekolah, dunia pekerjaan, rutinitas, dan sebagainya. Seorang yang mengerjakan pekerjaannya dengan cinta, maka dia akan selalu bahagia. Dengan cinta, manusia akan memiliki ‘rumah’.
             Di dalam cintaNya, Tuhan Yesus mengajarkan manusia untuk mampu dipercaya dan mempercayakan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Dia adalah sosok yang bisa dipercaya. “Melalui keselamatan yang diberikan kepada manusia dalam pengorbanan dan kematian serta kebangkitanNya bagi seluruh ciptaan, Dia mengajarkan bahwa Tuhan mempercayai manusia untuk memilih jalan hidupNya,” kata Rudiarto. ( yit/El)