Home Lintas Jateng Pasien Rawat Inap RSUD Kudus Membludak

Pasien Rawat Inap RSUD Kudus Membludak

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 19/1 (BeritaJateng.net) – Jumlah pasien yang menjalani rawat inap di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, saat ini mengalami lonjakan sehingga ada beberapa pasien harus menjalani perawatan dengan menggunakan kursi roda karena tidak kebagian tempat tidur.

Beberapa pasien rawat inap yang sementara waktu menggunakan kursi roda menyusul tidak ada tempat tidur yang kosong terlihat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus, Senin.

Salah seorang pasien yang belum mendapatkan tempat tidur, Nur Am, mengakui, dirinya terpaksa menggunakan kursi roda karena tempat tidur yang tersedia di IGD penuh.

Selain itu, kata dia, ruang rawat inap kelas III juga penuh sehingga harus menunggu kepulangan pasien yang menjalani perawatan sebelumnya.

Beberapa rumah sakit yang lainnya, kata dia, juga penuh sehingga terpaksa menjalani rawat inap di RSUD Loekmono Hadi Kudus meskipun harus bersabar menunggu ruang rawat inap yang kosong.

Kondisi serupa juga dialami pasien yang lainnya karena harus menggunakan kursi roda untuk sementara waktu, sedangkan tempat tidur yang tersedia sudah penuh.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar didampingi Kabid Keperawatan Susiani Puspito mengungkapkan, kapasitas di IGD hanya 19 orang, sedangkan pasien yang ada sebanyak 24 orang.

Lonjakan pasien, kata dia, mulai terlihat pada bulan Desember 2014, terutama meningkatnya kasus yang mengalami penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Untuk menghindari penolakan pasien, kata dia, setiap ruang rawat inap dimaksimalkan.

“Misal, di ruang Melati yang awalnya berkapasitas 38 pasien, kini ditambah menjadi 40 pasien,” ujarnya.

Demikian halnya, kata dia, ruang lainnya, termasuk ruang bedah juga dimanfaatkan untuk ruang rawat inap.

“Hal terpenting, kami berupaya semaksimal mungkin agar tidak menolak pasien, terutama pasien yang menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Kalaupun memang penuh, kata dia, akan diberikan pengertian dan diimbau untuk menjalani perawatan di rumah sakit lain yang juga melayani pasien BPJS Kesehatan.

Terkait pasien DBD, kata dia, memang cukup banyak menyerang anak, karena untuk saat ini terdapat 27 anak yang menderita DBD dari 32 pasien DBD yang menjalani rawat inap.

Susiani Puspito menambahkan saat ini jumlah tempat tidur yang tersedia memang hampir penuh, karena dari kapasitas 391 tempat tidur sekitar 97,44 persen di antaranya sudah terisi.

Ruang rawat inap yang masih ada, kata dia, hanya di ruang rawat khusus jiwa dan bayi.

Ruang rawat khusus jiwa berkapasitas 32 tempat tidur dan saat ini baru terisi 16 pasien, sedangkan ruang bayi berkapasitas sembilan tempat tidur baru terisi dua tempat tidur.

Bahkan, lanjut dia, ruang rawat inap khusus anak yang berkapasitas 43 tempat tidur juga dimaksimalkan karena pasiennya mencapai 50-an orang. (Ant/BJ)