Home Headline Pasien Positif Corona di Jateng Tambah 19, Total Positif Jadi 38 Orang

Pasien Positif Corona di Jateng Tambah 19, Total Positif Jadi 38 Orang

166

SEMARANG, 25/3 (Beritajateng.net) – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah melonjak dua kali lipat dari hari sebelumnya. Dari semula 19 orang, menjadi 38 orang. Keaikan jumlah pasien positif Corona terbanyak terjadi di Kota Semarang yakni sebanyak 6 Orang disusul Banyumas 3 orang, Purbalingga 3 orang, Magelang 2 orang serta Surakarta, Cilacap, Tegal, Wonogiri dan Wonosobo masing masing 1 orang.

Tambahan 6 Pasien Positif Corona di Kota Semarang masing masing 4 orang di RS Wongsonegoro dan 2 orang di RS Karyadi. Sementara itu pasien positif lainnya dirawat di RS Moewardi Surakarta 1 orang, RSUD Banyumas 3 orang, RS Kardinah Tegal 1 orang, RSUD Soediran Wonogiri 1 orang, RS dr Soedjono Magelang 2 orang dan RSUD Setjonegoro Wonosobo 1 orang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, penambahan pasien yang sangat signifikan ini harus menjadi perhatian serius. Masyarakat harus semakin waspada dan mengikuti himbauan pemerintah untuk berdiam di rumah.

“Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah. Boleh jadi anda kuat, anda sehat, atau imun anda bagus, sehingga meskipun tertular anda tidak merasakan gejala sakit. Tapi ketahuilah, anda tetap bisa menularkan virus ini pada orang tua, isteri, suami, dan anak-anakmu,” katanya.

Dari 38 orang pasien positif Corona, Pasien yang saat ini dirawat sejumlah 34 orang, empat telah meninggal dunia. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2858 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 257. Sementara itu jumlah pasien positif yang dinyatakan sembuh masih nol.

Ganjar juga mencermati pergerakan warga perantauan dari Jateng yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Ia menyebut telah ada 80 bus membawa 1776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng. Misalnya pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2323 penumpang dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2625 penumpang. Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lainnya.

Ia meminta para Bupati dan Walikota lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, mengingat kecenderungan warga Jateng yang selama ini bekerja di Jakarta dan pulang kampung jumlahnya terus mengalami peningkatan.

“Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus. Protocol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW,” tekannya.

Para kepala daerah juga dipersilahkan jika memang harus menutup tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya. Juga melarang setiap bentuk aktifitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

“Bapak ibu, sekarang ini sudah terlalu banyak korban jatuh. Bahkan tak sedikit tenaga medis yang berguguran. Karena itu, sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Semoga pageblug ini segera bisa kita lalui,” tutupnya.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 5 =