Home Lintas Jateng Pasca Penutupan, Pedagang Pasar Ngabul Lama Jualan di Trotoar

Pasca Penutupan, Pedagang Pasar Ngabul Lama Jualan di Trotoar

image
Pedagang pasar sibuk kosongkan barang dagangan dari Pasar Ngabul Lama

Jepara, 06/01 (Beritajateng.net) – Menyusul penutupan Pasar Ngabul Lama oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara (Senin, 05/01), hari ini sebagian para pedagang terpaksa berjualan di trotoar jalan. Para pedagang terpaksa berjualan di trotoar jalan karena tidak bersedia menempati Pasar Ngabul Baru.

Sebagian besar pedagang yang berjualan ditrotoar adalah pedagang sayur dan buah. Para pedagang tidak bersedia menempati Pasar Ngabul Baru karena keberatan harga kios yang ditawarkan. Sedangkan peghasilan para pedagang terbilang kecil.

“Saya ini hanya pedagang sayur dengan penghasilan perhari 25 hingga 35 ribu saja. Mana Cukup untuk membeli kios dengan harga 38 juta,” ucap Suminah nenek berusia 65 tahun.

Keberadaan pedagang di trotoar jalan menambah persoalan baru bagi Pemkab Jepara. Selain mengurangi keindahan lingkungan, keberadaan mereka mengganggu pejalan kaki yang akan melintas.

Sementara itu, sebagian para pedagang tampak sibuk mengosongkan barang dagangan dari dalam pasar. Petugas gabungan dari Satpol PP, Kepolisian dan TNI, diterjunkan saat proses pengosongan pasar.

Kapolsek Tahunan Akp. Budi Wiyono Menyatakan, penjagaan dari petugas gabungan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pencurian atau penjarahan. Sejak pasar ditutup, para pedagang diberi tenggang waktu dua hari untuk mengemasi barang dagangan.

“Selama dua hari setelah penutupan pasar, petugas gabungan menjaga proses pengosongan. Dikhawatirkan ada orarang tak bertanggungjawab melakukan penjaaharan atau pencurian,” jelas Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, eksekusi Pasar Ngabul Lama, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, sempat diwarnai kericuhan. Para pedagang yang menolak proses eksekusi terlibat aksi saling dorong dengan aparat Satpol PP Kabupaten Jepara. (BJ18)

Advertisements