Home Lintas Jateng Pasca Digusur, Pedagang PKL Kota Lama Gelar Demo di Balaikota

Pasca Digusur, Pedagang PKL Kota Lama Gelar Demo di Balaikota

956
Pasca Digusur, Pedagang PKL Kota Lama Gelar Demo di Balaikota

Semarang, 15/9 (BeritaJateng.net) – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) berunjukrasa meminta kejelasan nasib paska lapaknya di kota lama Semarang digusur Satpol PP.

Koordinator pedagang, Zainal Petir mengecam pemerintah kota Semarang yang secara paksa membongkar lapak PKL kota lama tanpa terlebih dahulu mengajak musyawarah pedagang.

“Jangan asal gusur saja tanpa mencarikan solusi. Jangan digusur sekarepe dewe (semaunya sendiri,Red),” ujar Zainal menengahi puluhan pedagang saat aksi demo berlangsung.

Menurutnya, selama ini pedagang telah membayar retribusi kepada petugas yang mengaku merupakan pegawai Dinas Pasar Kota Semarang. “Kalau itu kawasan larangan berdagang, kenapa selama bertahun tahun pedagang ditarik retribusi oleh petugas Dinas Pasar? Bahkan nominalnya antara Rp 1000 hingga Rp 5000,” tambahnya.

Pedagang meminta solusi kepada pemerintah kota, pedagang ingin dicarikan tempat berjualan untuk menyambung hidup. “Pedagang tidak punya keahlian lain selain berdagang. Dengan berdagang, mereka setidaknya tidak menjadi kriminal dan pengemis,” Imbuhnya.

Ia menjelaskan, ada 161 pedagang yang tergabung dalam KPKS (Kelompok Pedagang Kepodang Sendawa) yang sekarang tak memiliki pekerjaan karena lapak PKL mereka digusur.

Salah satu pedagang PKL Sendowo, Suarni mengaku ingin bisa berjualan lagi. Ia membutihkan banyak biaya, terlebih lagi kondisi tubuhnya sangat tidak memungkinkan bekerja selain berjualan setelah kecelakaan yang menimpanya. “Sudah ndak punya uang, lapak kios digusur, sekarang mau makan saja susah. Kalau ndak bisa berjualan lagi mau makan pakai apa saya dan keluarga?”, ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Rahmat. Ia meminta solusi kepada Pemkot Senarang supaya bisa jualan kembali. “Tiap hari kan kami ditagih retribusi sama perugas, kami pikir itu retribusi resmi. Lah kok tiba-tiba digusur tanpa dicarikan tempat relokasi,” katanya. (BJ05)

1 COMMENT

  1. Untuk nasib warga yang tergusur trus siapa yg bertanggung jawab atas kelangsungan hidup mereka? selama pengusuran? dinas pasar atau pemkot kah?padahal mereka sudah puluhan tahun mengantungkan mengais rejeki di lapak lapak itu? mereka jga bayar retribusi pagi dan sore?mereka jiga ikut memilih wakil mereka dalam pemilu, mereka jga butuh makan, butuh biaya sekolah dan anak anak mereka? trus mereka tak punya keahlian lain selain itu? misalkan mereka di pindah mereka jga butuh biaya utk penataan kembali darimana biaya itu,dan belum tentu mereka dapat uang di lahan yang baru? coba kita renungkan bagaimana klo itu terjadi sama diri kita sebagai manusia yang memanusiakan manusia?

Comments are closed.