Home News Update Pasar Dargo Semarang Belum Dimaksimalkan PKL Relokasi

Pasar Dargo Semarang Belum Dimaksimalkan PKL Relokasi

Pasar Dargo (dok)

Semarang, 21/11 (BeritaJateng.Net) – Pasar Dargo Semarang yang disediakan oleh pemerintah kota setempat sebagai tempat relokasi pedagang kaki lima Jalan Kartini Semarang tampak belum dimanfaatkan seluruh pedagang.

Dari pantauan di Pasar Dargo Semarang, Jumat (21/11), masih banyak lapak-lapak kosong yang belum ditempati pedagang yang semestinya berjumlah 117 PKL yang dipindahkan dari lokasi semula di Jalan Kartini Semarang.

Bahkan, jumlah PKL yang sudah menempati lokasi baru itu tercatat baru sekitar 40-an pedagang atau belum separuhnya dari seluruh pedagang non-burung hias dan unggas yang dipindahkan dari Jalan Kartini.

Menurut Rumiyati, salah satu PKL yang sudah menempati Pasar Dargo, para pedagang dari Jalan Kartini atau biasa disebut PKL Pasar Burung sudah menempati lokasi baru yang disediakan itu sekitar dua hari lalu.

“Namun, memang belum banyak. Saya sendiri merasakan kalau pendapatan selama dua hari berjualan di sini (Pasar Dargo, red.) belum sebanding ketika saya masih membuka di Jalan Kartini,” ungkapnya.

Ia mengatakan usahanya berdagang makanan itu menjadi penopang mencukupi kebutuhan keluarganya sehingga mau tidak mau harus menempati lokasi yang disediakan daripada dirinya tidak bisa berjualan.

“Kalau tidak nekat berjualan bagaimana saya bisa mencukupi kebutuhan? Ya, sekarang memang masih sepi pembeli, mungkin masih penyesuaian. Mudah-mudahan, lama-lama akan semakin banyak pengunjung,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Sunar, pedagang barang-barang bekas atau biasa disebut “klitikan” yang menempati Pasar Dargo, sementara ini pengunjung yang datang ke pasar tersebut memang belum banyak.

“Memang masih sepi (pengunjung, red.). Bahkan, nyaris tidak ada. Lihat saja sendiri, paling banyak yang ada di sini, ya, pedagangnya. Mungkin (masyarakat, red.) belum banyak yang tahu,” ungkapnya.

Setidaknya, ada sekitar 300-an PKL yang direlokasi dari Jalan Kartini, terbagi atas dua kelompok, yakni PKL burung berkicau dan unggas, serta PKL lainnya, seperti makanan, pakaian, dan batu-batuan mulia.

Pasar Dargo diperuntukkan sebagai tempat relokasi PKL selain burung dan unggas, sementara untuk kelompok PKL burung dan unggas disediakan tempat relokasi di Pasar Burung Karimata Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko berjanji akan memfasilitasi dan membantu para PKL yang sudah direlokasi ke Pasar Dargo untuk menyosialisasikan kepada masyarakat.

“Kami akan membantu, misalnya membuat papan pengumuman yang memberitahukan pemindahan ke Pasar Dargo. Papan (pengumuman, red.) sudah jadi, setidaknya pada Senin (24/11) sudah kami pasang,” ungkapnya. (ant/pri)