Home News Update Pasar Bulu Siap Ditempati Akhir Tahun

Pasar Bulu Siap Ditempati Akhir Tahun

Pasar Bulu Semarang Siap Ditempati Akhir Tahun
Pasar Bulu Modern (dok.)

Semarang, 14/11 (BeritaJateng.Net) – Dinas Pasar Kota Semarang memastikan Pasar Bulu Semarang sudah bisa ditempati para pedagang dan digunakan untuk aktivitas perdagangan pada akhir tahun ini.

“Kami pastikan, mereka (pedagang Pasar Bulu Semarang) dapat masuk pada pertengahan Desember 2014,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko, Jumat (14/11).

Ia mengatakan pembangunan tahap akhir Pasar Bulu Semarang sudah rampung dan tinggal “finishing” sehingga los-los yang dibangun segera bisa ditempati para pedagang untuk berjualan.

Para pedagang Pasar Bulu Semarang, kata dia, nantinya bisa menggunakan lantai dasar, sementara untuk lantai II dan III akan diperuntukkan bagi para pedagang kaki lima (PKL) Pandaran.

“Di tahun 2015, dengan menggunakan dana insentif daerah (DID) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) akan kami pasang lift dengan anggaran sekitar Rp7 miliar,” tuturnya.

Trijoto menambahkan dana sebesar itu juga akan dimanfaatkan untuk pembangunan “shelter-shelter” PKL di bagian belakang Pasar Bulu yang selama ini menempati Jalan Suyudono Semarang.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto menyambut baik segera bisa ditempatinya Pasar Bulu karena selama hampir tiga tahun pedagang berjualan di lapak darurat.

“Kebetulan, ada limpahan DAK yang bisa dioptimalkan untuk penyempurnaan bangunan Pasar Bulu, serta pembuatan ‘shelter-shelter’ tambahan bagi pedagang,” kata politikus Partai Demokrat itu.

Molornya penyelesaian proyek revitalisasi Pasar Bulu, kata dia, semestinya bisa menjadi pembelajaran bagi Dinas Pasar agar serius dalam bekerja agar tidak merugikan para pedagang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim menegaskan akan mengawasi rencana penempatan pedagang Pasar Bulu untuk menghindari penyimpangan, seperti jual beli kios “di bawah tangan”.

“Kami akan mengawal prosesnya untuk mengantisipasi jual beli kios ‘di bawah tangan’. Kami akan minta data pedagang dari Dinas Pasar untuk disinkronkan,” kata politikus Partai Gerindra itu. (ant/pri)

Advertisements