Home Headline Pasangan Kekasih Berstatus Mahasiswa Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Bayi   

Pasangan Kekasih Berstatus Mahasiswa Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Bayi   

1292
0
Pasangan Kekasih Berstatus Mahasiswa Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Bayi   
      Semarang, 13/9 (BeritaJateng.net) – Polrestabes semarang melakukan reka adegan kasus pembunuhan bayi yang dilakukan seorang mahasiswi di kota semarang. Sebanyak 33 adegan dilakukan di dua lokasi di peragakan tersangka, mulai dari menghilangkan nyawa hingga dilokasi pembuangan bayi.
        “Rekontruksi pembunuhan bayi yang dilakukan dua tersangka DRO dan MNS, mulai bayi masih didalam rahim , hingga bayi di bekap dan di kemudian dibawa dibungkus kain kafan hingga dilokasi pembuangan bayi,” ungkap Kompol Galih Wisnu Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang saat memimpin reka adegan di lokasi Rabu (12/9) siang.
       Rekontruksi pembunuhan di lakukan di dua lokasi. Di lokasi pertama dilakukan di tempat kos tersangka mns yang berda di gang pete selatan gunung pati tidak jauh dari tersangka menempuh pendidikan. Sementara di lokasi kedua dilakukan di komplek Masjid Al Wali yang berada di sambiroto, Tembalang semarang lokasi pembuangan bayi yang berjarak 17 kilometer dari lokasi pertama.
         Dalam proses rekontruksi, tersangka MNS melahirkan bayi perempuan di kamar kos sendirian tanpa ditunggu kekasihnya DRO. Takut ketahuan teman kos, disaat sang bayi menangis,   tersangka membekap bayi yang baru dilahirkan hingga tidak bernyawa diperagakan pada adegan ke 19. Setelah memastikan bahwa bayi itu tak bernyawa kemudian MNS menghubungi kekasihnya untuk segera datang ke tempat  kos yang berada di Gunungpati.
Pasangan Kekasih Berstatus Mahasiswa Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Bayi 
      Dengan berboncengan sepeda motor kedua sepasang kekasih ini, membawa jenasah bayi untuk dikuburkan di komplek Masjid Al Wali di Sambiroto, Semarang, setelah sebelumnya di bersihkan dan di balut dengan kain kafan.
     Proses rekonstruksi sebanyak 33 adegan,   mendapat perhartian masyarakat sekitar tempat kos mahasiswi tersebut. Usai dilakukan proses rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut kan langsung di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang
      “Dari keterangan para saksi dan tersangka semua sudah singkron, kami juga telah mengandeng pihak kejaksaan juga, disaat mengajukan berkas perkara tidak ada kendala. Dari prosSe rekontruksi ini, keduanya dengan sengaja menghilangkan nyawa bayi yang baru dilahirkan”, tambahnya.
      Atas perbuatannya dua sijoli tersebut  dijerat pasal berlapis,  yakni perlindungan anak dan pasal 341, dan pasal 342 kuhp. Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (Nh/El)