Home News Update Parpol Dinilai Gagal Ciptakan Kader Pemimpin di Pemilukada

Parpol Dinilai Gagal Ciptakan Kader Pemimpin di Pemilukada

277

P_20150813_112916

Semarang, 13/8 (BeritaJateng.net) – Partai Politik selama lima tahun dinilai ‘tidur’ dalam menyiapkan kader calon pemimpin yang memiliki integritas dan kapabilitas untuk diusung dalam Pemilukada.

Hal ini disampaikan Budi Setyono, Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro Semarang saat mengisi Dialog Publik Gema Pembaharuan bertajuk ‘ Menjaga Kerukunan Umat Beragama Demi Terwujudnya Pilkada Kondusif di Jateng, Kamis (13/8).

“Selama lima tahun ini, parpol bisa dikatakan ‘tidur’ karena tidak dapat menyiapkan kader untuk bisa memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin di daerah. Sehingga saat pemilukada mereka hanya mencari-cari orang sekenanya yang bisa membayar atau melobi dengan partainya tanpa dipersiapkan jauh jauh hari,” ujar Budi.

Menurutnya, dalam memilih pemimpin atau kepala daerah, ada dua aspek yang harus dipenuhi yakni retreprekstif atau melihat dari pengalaman masalalu dan perspektif atau melihat dari visi misi kedepan.

“Kebanyakan parpol mencari pemimpin secara instan, bukan secara reperstif dan perspektif, bahkan visi misi mereka belum teruji di masyarakat,” katanya.

Seharusnya, lanjut Budi, calon pemimpin merupakan kader yang dibina selama lima tahun oleh partai politik, bukan asal ‘comot’ dari orang-orang yang memiliki finansial, tapi tidak tahu kondisi masyarakatnya.

“Permasalahan kota Semarang harus di ketahui oleh para calon jauh jauh hari, kemudian mereka harus merumuskan permasalahan dalam satu kebijakan bukan asal-asalan dan bukan kebijakan yang populis untuk menarik kepercayaan dan dukungan masyarakat ketika pemilu saja,” imbuhnya.

Dengan waktu lima bulan, lanjutnya, calon pemimpin saat ini seolah-olah merupakan settingan tim sukses untuk menarik dukungan dan bukan merupakan kondisi asli calon pemimpin tersebut.

“Keseharian calon walikota/wawalikota saat ini bukan merupakan situasi asli mereka, oleh tim sukses mungkin mereka sudah dikenakan bedak, lipstik, serta diatur pakaiannya, agar ¬†mempengaruhi publik agar dapat mengambil simpati masyarakat,” tambahnya.

Ia menjelaskan, jika sedari tahun-tahun sebelumnya telah dipersiapkan, visi misi diuji, maka calon pemimpin tersebut tidak akan menampilkan janji-janji yang tidak dapat ia wujudkan. “Artinya semua visi misi sudah teruji, dan ketika jadi pun dapat terlihat hasilnya,” tutur Budi.