Home Hiburan Parade Dalang ABG Gegerkan Kendal

Parade Dalang ABG Gegerkan Kendal

Kendal, 25/1 (BerutaJateng.net) – Barangkali, cara terbaik untuk memperbaiki negeri yang dirasa rusak, adalah melalui generasi penerusnya.

Terutama anak-anak yang masih mengenyam pendidikan dasar. Misalnya siswa SD, atau SMP. Kenapa demikian? Karena apa gunanya mengurusi yang sudah tua-tua, yang sudah duduk di lembaga-lembaga tinggi negara. Toh juga sebentar lagi mereka akan selesai, akan kehilangan nyawa, dipanggil Sang Kuasa.

“Ada sedikit slasan mendasar, kenapa kami menyajikan acara pertunjukan wayang ini. Lebih-lebih kali ini wayang disajikan oleh beberapa dalang ABG. Ini intinya niatan kecil kami untuk nguri-nguri budaya Jawa. Yang barangkali saat ini sudah mulai pudar. Tidak luntur ya, pudar begitu saja sepertinya tepatnya,” sedikit kelakar Muhammad Farid Musthofa, salah satu motor penggerak acara yang bertajuk “Parade Dalang ABG” saat ditemui selepas acara di Kopi Walet Pondok Ijo Jalan Ar-Rahman Weleri Kendal.

Sore itu, suasana cafe tidak seperti biasanya yang hanya diselimuti pemandangan dan alunan musik-musik yang serba modern. Saat itu, cafe disulap seperti pertunjukan wayang pada umumnya. Ada blencong, gawang kelir, dan lain sebagainya. Penonton yang hadir seakan nampak kaget. Dalam batin mereka, “Eh Ada Wayang Masuk Cafe loh!”

“Ini merupakan sebuah persembahan spesial dari para siswa SMP N 1 Cepiring Kendal. Niatan kami sederhana, intinya mau berupaya untuk ngur-nguri kabudayan Jawa. Dan kami tujukan langsung untuk siswa, yang notabene masih memiliki gelas yang bisa diisi dengan kebaikan-kebaikan. Termasuk terkait kebudayaan yang perlu dilestarikan,” tutur Budi Susilo, pembimbing, guru musik SMP N 1 Cepiring.

Budi Susilo menambahkan, dalam parade wayang ABG yang digelar tersebut, menampilkan jagoan-jagoan pilihan yang dirasa mampu serta layak untuk pentas di luar.

Karena biasanya untuk kalangan siswa SMP, berani pentas di sekolahnya sendiri, bahkan di dalam kelasnya saj aitu sudah sangat bagus. Apalagi jika sudah berani pentas di luar, pentas di ruang publik termasuk di cafe, sudah sangat luar biasa dan sangat membanggakan.

“Kali ini kami menampilkan dalang kembar, yakni Sasa dan Mama. Kemudain ada dalang Hanif, Alvin, Dyah Ayu, Sindhu Wicaksana, dan Sukma Tiara yang mengisi vocal tunggal, untuk mempermanis pertunjukan wayang yang kami kemas dalam parade ini.” tutur Budi Susilo, yang merupakan salah seorang tokoh musisi senior yang begitu peduli dengan perkembangan musik dan kesenian secara umum di kota Kendal, kususnya bagi para siswa sekolah.

Menurut Farid Musthofa, acara tersebut terselenggara dengan niatan sangat sederhana. Intinya ingin menyuguhkan tontonan yang dapat membawa dampak baik kepada generasi penerus bangsa yang saat ini sangat sudah melenceng dari segala yang semestinya mereka peroleh ketika masa-masa belajar di sekolah, misalnya.

“Ini sebagai suntikan sederhana. Agar memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan daerah, khususnya wayang kulit. Wayang purwa yang memang sudah menjadi warisan leluhur. Dan ini harus selalu dilestarikan. Dan alhamdulillah, acara ini kami rasa berhasil. Mereka sudah tampil dengan sepenuh kemampuan yang optimal untuk menyuguhkan karyanya. Walaupun sajian cerita yang dihadirkan masih penggalan-penggalan. Namun ini tetap sangat istimewa, diharapkan kelak akan bermunculan dalang-dalang handal di kota Bahurekso tercinta ini,” tegas Farid Musthofa, yang merupakan wakil Ketua Komunitas Musisi Kendal.

Arif Budiman, atau yang sangat akrab dipanggail Om Deddy, sesuai dengan nama akun facebooknya, yang merupakan pemilik Cafe Walet, berpendapat bahwa acara yang terselenggara tersebut sangatlah postif.

Ia mendukung sepenuhnya acara parade wayang tersebut atau acara-acara serupa lainnya.

“Kalau saya pribadi sangat mendukung segala aktivitas positif, apa lagi proses penggemblengan kreativitas bagi anak-anak muda. Intinya segala proses kreatif, baik musik, wayang, atau kesenian lainnya,” pungkas Om Deddy dengan senyum hangatnya. (BJ)