Home Hukum dan Kriminal Para Saksi Korupsi Pendidikan Kendal Harus Dijemput Paksa

Para Saksi Korupsi Pendidikan Kendal Harus Dijemput Paksa

852
0

 

Kendal, 22/1 (BeritaJateng.net) – Mangkirnya beberapa saksi kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK)  Alat Peraga Pendidikan Kendal di Pengadilan Tipikor Semarang ( Kamis, 21/1) kemarin, sehingga Majlis Hakim menunda persidangan.

Hal ini dapat dikategorikan  sebagai penghinaan terhadap Peradilan sebagaimana disampaikan Ketua LSM Vok Populi, Joko Wiyono yang selama ini memantau jalannya proses peradilan kasus tersebut  di Pengadilan Tipikor Semarang.

“Ketidakhadiran para saksi dalam kasus ini, maka patut diduga mereka ikut terlibat dan takut untuk diadili. Dan ini merupakan Contempt of court atau penghinaan pada dunia peradilan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam Pantauan Joko ada beberapa saksi yang telah 3 (tiga) kali dipanggil, tapi hingga kamis kemarin tidak juga hadir di Pengadilan Tipikor. “Mereka harus segera dijemput Paksa, dan kasus ini akan segera saya laporkan ke Jaksa Agung, Mabes Polri, Komisi Yudisial, Mahkamah Agung dan juga ke KPK Mas,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang Jaksa Penuntut Umum yang enggan disebutkan identitasnya juga menyesalkan sikap para saksi kasus Korupsi Pendidikan Kendal yang tidak hadir dalam persidangan.

Padahal diantara mereka sudah dipanggil 3 (tiga) kali , namun pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. ”Nanti mereka bisa dijemput paksa, jika sudah ada penetapan Majlis Hakim Mas,” ungkapnya.

Bukti kasus korupsi pendidikan Kendal
Bukti kasus korupsi pendidikan Kendal

Sedangkan Para Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pendidikan Kendal; Ciptono, Sudar, Agus dan Ana yang kini ditahan  di Lembaga Pemasyarakatan Kedung Pane dan Bulu Semarang mengharap Majlis Hakim memutus dengan seadil-adilnya, karena sesungguhnya kami hanyalah korban dari rekayasa mereka yang menikmati hasil korupsinya.

”Kami ini korban , mereka pun terlibat mohon segera diadili dan putuskanlah kasus ini seadil-adilnya,” ungkap salah seorang terdakwa kepada Media ini.

Ditempat terpisah Ketua Lasykar Anti Korupsi (LAKI) Jateng, Nur Khamid mengungkapkan kegeramannya atas kasus-kasus Korupsi di Kendal yang penanganannya terkesan tebang pilih dan tidak Profesional. Karenanya dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan Demo kasus Korupsi Kendal yang hingga kini penanganannya mlempem dan tebang pilih.

”Kasus ini sebenarnya yang harus bertanggungjawab mestinya Kepala Dinas Pendidikannya, buka justru hanya bawahannya yang dijebloskan ke Penjara, ini tebang pilih,” tuturnya.

Dalam penelusuran Media ini, Kasus dugaan korupsi (DAK) Alat Peraga Pendidikan Kendal Tahun 2012  senilai Rp 6,3 Milyar ini telah menjebloskan  bawahannya Muryono di Dinas Pendidikan Kendal  yaitu Ciptono, Sudar, Agus  serta Pengusaha Rekanan, Ana sedangkan sang Kepala Dinas Pendidikan Kendal yang juga selaku Pengguna Anggaran (PA) dalam proyek tersebut masih bisa menghirup udara bebas.

Selanjutnya beberapa saksi yang juga diduga terlibat dalam penerima aliran dana kasus korupsi ini pun hingga kini selalu mangkir di Persidangan Tipikor Semarang, mereka diantaranya Dahlan, Agung Wahono dan Suwindi. Karenanya banyak pihak mendesak agar mereka segera ditetapkan Majlis Hakim untuk dilakukan Penjemputan Paksa. (Bj)