Home Headline Panwaslu Semprit Sudirman Said

Panwaslu Semprit Sudirman Said

5399
0

SEMARANG, 19/4 (Beritajateng.net)– Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang sedang menggodog laporan dugaan pelanggaran. Yakni mengenai pentas wayang kulit di Perum Sinar Waluyo yang mengundang salah satu Calon Gubernur (Cagub) Jateng, Suriman Said. Padahal, wayang kulit tersebut digelar menggunakan anggaran Musrenbang Pemkot.

Seperti diketahui, setiap calon kepala daerah yang sedang berkampanye, tidak boleh memanfaatkan fasilitias negara. Termasuk gelaran yang menggunakan anggaran pemerintah.

Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin menjelaskan, pihaknya belum bisa memvonis apakah kehadiran Sudirman dalam pentas wayang kulit itu termasuk pelanggaran atau tidak. Sesuai mekanisme adanya laporan atau temuan dugaan pelanggaran, Panwaslu harus melakukan proses yang sudah diatur UU.

“Sekarang kami baru melakukan proses pengkajian dan pendalaman, rencana Kamis (hari ini, Red) kami akan mengundang Gakumdu yang terdiri dari pihak keplolisian, termasuk polrestabes, dan Kajari. Ini untuk memutuskan apakah bisa ditindak lanjuti atau tidak,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/4).

Ada banyak unsur yang harus dikaji dalam wayangan yang mengundang Sudirman Said ini. Mulai dari dugaan pelanggaran, siapa yang mendundang cagub, apa yang dilakukan cagub di sana, dan lain sebagainya. Kajian dari Panwaslu ini nantinya bisa diteruskan, dihentikan, atau dilimpahkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng.

Dijelaskan, sesuai aturan yang berlaku, Panwaslu diberikan waktu 7 hari untuk memproses laporan atau temuan dugaan pelanggaran. Setelah itu, ada waktu 3 hari untuk menindaklanjuti hasil kajian. Jika belum bisa beres, bisa ditambah 2 hari lagi.

“Makannya, kami belum bisa bicara apakah ini bentuk pelanggaran atau tidak. Nantinya, yang ditindak bisa semua pihak, sesuai hasil kajian. Bisa masyarakat, panitia, atau cagub,” tegasnya.

(NK)