Home Nasional Panitia Mubes Mama Sosialisasi kepada Warga Maluku Jateng

Panitia Mubes Mama Sosialisasi kepada Warga Maluku Jateng

Panitia Mubes Mama berfoto bersama.
Panitia Mubes Mama berfoto bersama.
Panitia Mubes Mama berfoto bersama.

SEMARANG, 27/8 (BeritaJateng.net) – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Masyarakat Maluku (Mubes Mama) pada November 2015, pihak panitia datang ke daerah-daerah guna menyosialisasikan perhelatan akbar orang Maluku se-Tanah Air tersebut.

“Kami datang ke daerah-daerah, salah satunya ke Semarang ini untuk menyerap berbagai masukan dari orang-orang Maluku di perantauan, yang nantinya akan dirumuskan dalam Mubes Mama mendatang di Ambon,” ujar Thontji Soumokil, pimpinan rombongan saat bertemu dengan pengurus dan anggota Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jateng di Semarang, Rabu (26/8)

Soumokil didampingi panitia lainnya, yakni Muhammad Bugis dan Ongen Sapteno. Sedangkan dari IKM Jateng hadir Ketua IKM Jateng John Richard Latuihamallo, Denny Tulaseket (wakil ketua), Henri Pelupessy (sekretaris) dan Stefy Thenu (wakil Sekretaris).

Thontji Soumokil yang dalam kepanitiaan Mubes Mama menjabat Ketua Tim Kesekretariatan mengatakan, Mubes Mama digelar 18-19 November mendatang. Pada 18 November, panitia menggelar seminar bertajuk “Maluku Tanah Pusaka” di Islamic Center, Waihaong, Ambon. Pada 18 November, pembacaan deklarasi di Lapangan Merdeka Ambon.

“Tujuan pelaksanaan mubes untuk mengkonsolidasi wawasan ke-Maluku-an dalam realitas NKRI, serta memperjuangkan keadilan dalam penyelengaraan pemerintahan, serta merumuskan gagasan mempersiapkan calon pimpinan asal Maluku,” papar Soumokil.

Mubes Mama ini, ditegaskan, akan menjadi momentum kebangkitan dan kesadaran baru orang Maluku dalam kancah nasional. Orang Maluku memiliki keunggulan dan potensi dalam berbagai bidang.

“Secara individu, orang Maluku dikenal unggul dalam bidang seni, olahraga, dll. Kita ingin agar potensi dan keunggulan itu bersatu dan kuat untuk membangun Maluku,” tegasnya.

Selain itu, Maluku memiliki kekayaan alam, utamanya hasil laut, yang luar biasa kaya. Namun ironisnya masih menempati nomor empat provinsi termiskin di Indonesia.

“Hasil laut Maluku setiap tahun menyumbang 32 triliun kepada pemerintah pusat, namun kita masih tercatat sebagai provinsi termiskin nomor empat di Tanah Air,” tambahnya.

Menurut dia, hal ini yang menjadi pergulatan keprihatinan semua orang Maluku untuk bangkit dan melakukan sesuatu untuk memberdayakan berbagai potensi diri dan alam bagi kesejahteraan orang Maluku.

Ketua IKM Jateng John Richard Latuihamallo menyambut baik gagasan Mubes Mama. Menurutnya, gagasan ini sangat brilian, namun jangan hanya sebatas dibicarakan saja, namun dapat diimplementasikan untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat Maluku.

“Orang Maluku yang keluar merantau umumnya berhasil di tanah orang, dan kebanyakan enggan kembali untuk membangun negeri. Ini yang harus menjadi catatan bersama. Paradigma berpikir kita sebagai orang Maluku harus diubah, serta tentu saja harus ada revolusi mental agar kita mampu memberdayakan diri dan akhirnya memajukan Maluku dari keterpurukan,” tegasnya. (BJ)