Home Lintas Jateng Pangdam Minta Prajurit Tingkatkan Solidaritas, Kedisiplinan dan Militansi

Pangdam Minta Prajurit Tingkatkan Solidaritas, Kedisiplinan dan Militansi

Penyambutan Pangdam IV/Diponegoro baru Mayjen TNI Tatang Sulaiman.
**Penyambutan Pangdam IV/Diponegoro
          SEMARANG, 11/4 (BeritaJateng.net) –  Mayjen TNI Tatang Sulaiman gantikan Mayjen TNI Jaswandi jabat Panglima Kodam IV/Diponegoro baru. Mayjen TNI Tatang Sulaiman meminta kepada seluruh prajurit di jajaran Kodam IV/Diponegoro untuk meningkatkan soliditas, kedisiplinan dan militansi serta profesionalitasnya dalam melaksanakan pengabdian kepada negara.
          Pangdam IV/Diponegoro juga menekankan kepada seluruh prajurit Kodam untuk tidak boleh mengubah jatidirinya, bahwa dunia boleh berubah, situasi berubah dan teknologi semakin cangggih serta alutsista juga modern, namun jatidiri prajurit tidak boleh berubah sebagai tentara rakyat.
          “Seluruh prajurit dituntut meningkatkan kinerja untuk menjadi Prajurit yang disiplin dan profesionalitas. Kalian tentara rakyat. Harus dekat dengan rakyat. Kalian tentara Nasional. Untuk itu bisa sama sama kita membangun Kodam IV ini, sebagaimana pendahulu kita yakni Pangeran Diponegoro. Sehingga dapat jadi kebanggaan,” tegas Pangdam saat usai memimpin apel dalam Upacara penyambutan Pangdam IV/Diponegoro dilaksanakan di lapangan Makodam IV/Diponegoro, Jalan Watugong, Semarang, Selasa (11/4).
         Sebelumnya, pejabat baru menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda (IM) yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI. Sementara itu, pejabat lama menempati tugas baru sebagai Pangdam Jaya.
          Pada kesempatan itu, Pangdam juga menyampaikan bangga untuk diberikan amanat memimpin Kodam IV/Diponegoro, karena  Kodam IV merupakan salah satu Kodam unggulan, terbaik di jajaran TNI AD.
          “Mantan mantan panglima (Kodam IV/Diponegoro-red) setelah menjabat kemudian menempati posisi penting di TNI. Saya termasuk prajurit didalamnya di satuan hebat ini. Saya mengajak seluruh jajaran prajurit Kodam IV/Diponegoro, PNS Kodam untuk bersama sama meningkatkan soliditas, disiplin dan militansi dalam melaksanakan tugas,” imbuhnya.
         Selain itu, Pangdam mengharapkan dalam menangani setiap permasalahan yang muncul diperlukan penanganan secara terpadu, komprehensif dan lintas sektoral.
           “Untuk itu, setiap prajurit terus berlatih. Menjadi prajurit profesional sehingga ada masalah bisa tuntas. Sehingga memiliki kesiapan dari dalam diri prajurit, baru kemudian pelaksanaan keluar,” kata Pangdam.
           Saat ditanya terkait penanganan bahaya terorisme dan radikalisme, menurut Pangdam hal tersebut jadi ancaman bangsa kita. Sebagai penangkalnya, harus mewaspadai dan menghadapinya.
          “Harus dilakukan pembinaan terhadap mereka. Disinilah peran Babinsa harus tahu yang memiliki wilayah teritorial, sehingga harus bisa dipetakan, jika ada potensi itu, sehingga Babinsa harus tahu untuk dilakukan pembinaan, itu kan rakyat kita juga,” jelas Pangdam.
           Saat upacara penyambutan dilakukan secara simbolis oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Sabrar Fadhilah dengan mengalungkan bunga dan disambut dengan tarian penyambutan.
          Disaksikan sejumlah pejabat Kodam IV/Diponegoro dan  ribuan personil dijajaran Kodam IV/Diponegoro seperti Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raider, Arhanudse-15, Polisi Militer dan PNS Kodam. Adapun acara Sertijab Pangdam telah dilaksanakan pada Senin (10/4) kemarin di Mabesad TNI Jakarta, dipimpin oleh Kasad. (El)