Home Headline Pameran Seni lukis di Blora Terapkan 3M

Pameran Seni lukis di Blora Terapkan 3M

182

Blora, 22/11 (BeritaJateng.net) – Sejumlah pelukis dari berbagai daerah kumpul di Kabupaten Blora, Jawa Tengah sejak Jumat (20/11) lalu.

Mereka memamerkan berbagai lukisan berbagai aliran di gedung DPRD Kabupaten Blora, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti 3M. Memakai masker mecuci tangan dan menjaga jarak aman.

Sedikitnya ada 50 lukisan karya dari 27 pelukis dari berbagai daerah. Yakni Surabaya, Rembang, Semarang, Magelang, Jakarta dan dari lokal Blora sendiri.

“Ada sekitar 50 karya lukisan dari 27 orang kawan-kawan perupa yang ikut meramaikan pameran kali ini. Dari Jakarta, Surabaya, Rembang, Semarang, Magelang, Ungaran dan Blora,” kata Agus Suryanto koordinator panitia pameran lukisan, Minggu (22/11/2020).

Pameran seni lukis itu, mengusung tema Jati : Diriku dan Kehidupan. Berbagai acara juga digelar disana. Seperti kegiatan cukil kolase limbah, batik tie dye, cat air, pahat, mural. Selain itu juga digelar lomba mewarnai dan musikalisasi puisi.

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama Sedulur Art dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

Usye, salah seorang perupa dari Blora yang saat ini tinggal di Surabaya mengatakan ada lukisan yang dimasa pandemi Covid 19 sangat terkesan bagi dirinya dan perupa lainnya.

Yakni lukisan bingkai dalam bingkai. Yang menggambarkan dirinya dimasa pandemi ini benar benar terpuruk, diam tak bisa bergerak kemana mana. Seolah mati terhimpit keadaan yang mencekam.

“Saya melukis sejak tahun 80 an. Belajar dengan otodidak. Sampai saat ini ada satu lukisan saya yang paling terkesan yakni bingkai dalam bingkai. Yang menggambarkan para perupa terhimpit waktu tidak bisa berkarya karena Pandemi Covid 19,” ujarnya.

Lalu, lanjutnya, ia menorehkan catnya dalam bentuk dirinya sendiri didalam bingkai, diluar menggambarkan suasana alam yang mencekam hingga cicakpun ikut mengintip dirinya.

“Melihat keadaan itu, saya akhirnya bergabung dengan teman perupa lainnya, untuk bangkit melawan Pandemi corona, dengan menggelar pameran seni lukis di Blora, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuh Usye pelukis yang usianya sudah 60 an tahun ini.

Sementara Bupati Blora, saat datang melihat pameran lukisan bersama anak perempuanya, mengapresiasi kegiatan teman-teman perupa.

Sabtu, (21/11) sore Bupati Blora Djoko Nugroho, langsung tertarik dengan lukisan alami seekor merak Jawa yang sedang mengembangkan ekornya ditepi jurang.

Bupati membeli lukisan karya perupa asal Jombang, Jawa Timur, untuk istri tercintanya Umi Kulsum seharga 20 juta rupiah.

“Seni memang sulit ya. Kita tidak bisa memahami hanya melihat dengan mata saja, tapi dengan rasa. Dan saya termasuk orang yang Gandrung terhadap seni,” kata Djoko Nugroho sembari menempelkan stiker tanda lukisan itu sudah terjual.

Ia berharap siapapun nanti yang jadi Bupati, kegiatan semacam ini harus diagendakan. Karena di Blora menurutnya belum pernah ada kegiatan semacam ini. (Her/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × three =