Home Hiburan Pameran Semarang Photo Week di Paragon Mall Semarang

Pameran Semarang Photo Week di Paragon Mall Semarang

Semarang, 20/1(BeritaJateng.net) – Paragon mall Semarang dipenuhi ratusan Fotografer dalam acara pameran foto Semarang Photo Week yang dibuka Selasa (19/1) di lantai tiga Paragon mal Semarang.

Selain itu ratusan fotografer tersebut membidik para model di lokasi Pameran foto tersebut. Disediakan ada tiga model oleh panitia untuk memeriahkan acara Semarang Photo Week di Paragon Mal Semarang.

Menurut Andi Kusnadi, selaku penyelenggara dari Sportax adv bahwa pada hari ini merupakan pembukaan even Semarang Photo Week di lantai 3 Paragon Semarang.

Selain memamerkan foto dengan semua genre fotografi, mulai Landscape, Makro, Humen Interes, Model, dan lainya, acara tersebut dimeriahkan dengan beberapa Workshop Fotografi. Dan workshop tersebut menghadirkan pembicara-pembicara terkenal di beberapa komunitas fotografi di Semarang dan nasional.

“Untuk tempat kita konsep seperti industrial, dan hari ini mulai pembukan Semarang Photo Week, dari tanggal 19 – 30 Januari mendatang. Untuk awal tadi ada beberapa workshop dari teman-teman komunitas di Semarang seperti Beni BMU, Bambang RSD, dan ada pula fotografer nasional yakni Ebie Febrie Adrian dengan Tema foto talk Indonesia Award atraisure,” tuturnya.

Lanjutnya, dalam pameran foto ini ada sekitar 200 Photo dari semua genre foto Landscape, model, makro,
Dan lainya.

“Kita melihat kota besar seperti di Bandung mereka punya Photo Moon Bandung, mereka setiap bulannya mewadahi seluruh fotografi dengan ajang tersebut. Lalu kenapa Semrang tidak ada, maka dari situlah kita buat acara Semarang Photo Week ini,” jelasnya.

Lanjutnya, kita ajak seluruh komunitas di Semarang seperti Mata, D’capture, GPI, SIP, SPE dan masih banyak komunitas lainya.

“Saya berharap semoga acara ini dapat menjadi agenda bulanan kedepannya, seperti lomba foto, bedah buku, dan lainya. Selain itu dapat merekatkan teman-teman fotografer di Semarang,” harapnya.

Memang di Semarang ini masih banyak berbicara tentang teknik foto, seharusnya para fotografer saat ini harus melihat sisi lainnya, harus banyak mengangkat industri lain kedepannya.

“Di kota lain sudah tidak membicarakan tentang teknik foto lagi, mereka membicarakan bisnis di fotografi. Bisnis kreatifnya seperti¬† wedding, foto produk iklan, tentang foto-foto komersial, dah bahwa dunia foto itu banyak sisi bisnisnya,” katanya.

Lanjutnya, Ada sekitar 84 triliun itu disumbangkan ke pemerintah dari dunia fotografi di Indonesia, mereka berpajak seluruhnya. Seharusnya teman-teman fotografer tidak hanya memikirkan teknik foto saja, namun sisi bisnisnya.

“Sudah banyak bisnis fotografi di Indonesia banyak dilirik oleh fotogafer asing, namun kalau di Semarang belum terasa tetapi di kota-kota besar lainya sudah mulai terasa. Maka di Indonesia sangat perlu sertifikasi profesi fotografi, dan nantinya kedepan akan mudah untuk mengkoordinirnya,” ucapnya.

Lanjut Andi Kusnadi, rencananya pada bulan April mendatang akan segera terbentuk APFI pengda Jateng dari Kementrian Pariwisata bidang Ekonomi Kreatif. Nantinya APFI ini akan menguji dan mengeluarkan surat sertifikasi fotografi di Indonesia.

“Dan semoga pemerintah dapat memberikan ruang untuk teman-teman fotografi di Indonesia, mereka dapat disediakan wadah untuk berkarya sesuai dengan profesinya. Seharusnya ada tempat diskusi yang membawa fotografi di Indonesia mengarah ke dunia industrial baik dalam maupun hingga luar negeri,” tambahnya.(BJ06)